Pemerintah Aceh Kirim Tiga Utusan ke Port Klang   | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pemerintah Aceh Kirim Tiga Utusan ke Port Klang  

Pemerintah Aceh Kirim Tiga Utusan ke Port Klang   
Foto Pemerintah Aceh Kirim Tiga Utusan ke Port Klang  

BANDA ACEH – Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah, melalui Dinas Sosial Aceh telah mengirim tiga utusannya ke Port Klang, Selangor, Malaysia, untuk mendata secara konkret puluhan warga Aceh yang ditahan di sana. Ketiga utusan yang dipimpin Mariana bersama dua stafnya, sudah terbang ke negara tetangga tersebut kemarin pagi.

“Mereka di sana ditugaskan untuk menghimpun data secara konkrit dan berdialog dengan pihak KBRI sebelum diambil tindakan. Jadi saya utus dulu mereka, jadi kita tunggu saja informasinya dari meraka, jika perlu nanti saya menyusul,” kata Kepala Dinas Sosial Aceh, Drs Alhudri MM kepada Serambi, Sabtu (20/5).

Alhudri menyatakan, sejauh ini pihaknya belum mendapatkan informasi terkait identitas lengkap warga Aceh yang ditahan di Port Klang, Selangor. Ia mengatakan terus berkomunikasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur untuk mendapatkan perkembangan terkini. “Hari Senin nanti insyaalah kita akan beri informasinya,” kata Alhudri.

Pemerintah Aceh, kata dia, terus mengupayakan pemulangan warga Aceh yang ditahan itu melalui koordinasi dengan KBRI. Namun karena menyangkut hukum di negara lain, tentu saja perlu proses sesuai dengan aturan yang berlaku di Malaysia. Yang pasti, lanjutnya, Pemerintah Aceh tak tinggal diam terhadap persoalan ini.

“Kita terus usahakan pemulangan warga kita, jangan sampai mereka tidak ber-meugang bersama keluarganya. Jangan kaji salah benar dulu, itu nanti urusannya, yang penting mereka bisa bermeugang di sini (Aceh), bagaimanapun caranya,” katanya.

Informasi terakhir yang dihimpun Serambi pada Senin (9/5) petang,  puluhan warga Aceh yang sedang dalam pemeriksaan intensif pihak Imigrasi Malaysia akan tetap ditahan di Port Klang, Selangor, selama 14 hari, sejak 2 hingga 16 Mei 2017. Penahanan selama 14 hari itu merupakan prosedur resmi dalam hukum keimigrasian Malaysia.

Sementara itu, lobi-lobi terus dilancarkan oleh KBRI di Kuala Lumpur terhadap Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Malaysia yang membawahkan imigrasi agar memberi pengampunan terhadap 68 WNI yang 45 orang di antaranya (bukan lagi 64 orang) merupakan warga Aceh.

Sebelumnya diberitakan, sebuah boat sayur yang mengangkut 64 penumpang ditambah 4 orang awak, dicegat pihak marinir Malaysia ketika berlayar dari perairan Selangor menuju Sumatera Utara, Indonesia. Boat itu dihentikan dan seluruh penumpangnya diturunkan serta ditahan karena mereka meninggalkan negeri jiran itu dari jalur tidak resmi. Mereka juga tak bisa menunjukkan dokumen resmi keimigrasian, sehingga digolongkan imigran ilegal atau pendatang tanpa izin, makanya ditahan.(mas) (uri/aufik/arahdiba/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id