61 Reje Bener Meriah Dilantik | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

61 Reje Bener Meriah Dilantik

61 Reje Bener Meriah Dilantik
Foto 61 Reje Bener Meriah Dilantik

* Hasil Pemilihan Serentak 2017

 REDELONG – Sebanyak 64 reje atau kepala desa dilantik oleh Plt Bupati Bener Meriah, Rusli M Saleh di dua tempat berbeda, Kecamatan Timang Gajah dan Bandar pada Jumat (19/5). Mereka merupakan hasil pemilihan reje yang dilaksanakan serentak pada tahun ini.

Pelantikan harus dilakukkan dua lokasi, karena jarak yang jauh antara timur dan barat Bener Meriah. Untuk wilayah timur dilantik di Kantor Camat Bandar, dimana reje berasal dari desa di Kecamatan Bukit, Permata, Masidah dan Syiah Utama, termasuk Bandar.

Untuk wilayah barat Bener Meriah, dipusatkan di Kantor Camat Timang Gajah dengan reje berasal dari Timang Gajah, Gajah Putih, Wih Pesam dan Pintu Rime Gayo. Proses pelantikan berlangsung pada Jumat pagi dan seusai shalat Jumat di dua lokasi tersebut.

Rusli M Saleh dalam sambutannya menyatakan pelantikan para reje kampung sudah susuai dengan aturan Qanun Reje (Keuchik) Provinsi Aceh.

“Otonomi daerah telah memberikan keleluasan bagi daerah untuk mengatur dan membicarakan urusan rumah tangga berdasarkan atas prakarsa dan kemampuan daerah, begitu juga untuk urusan pemerintahan kampung,” katanya.

Dia menjelaskan, dari 61 reje yang dilantik, 54 reje sudah dapat mendapatkan izin pencairan dana desa tahun ini. Sedangkan 10 reje lainnya belum melaksanakan proses, sehingga pencairan dana terpaksa ditunda. “Yang lain kemana,” tanya Rusli kepada reje yang belum membuat laporan pertanggungjawaban.

Disebutkan, pada tahun ini, pengawasan dana desa akan melibatkan penegak hukum yakni Kejaksaan Negeri Redelong. Dikatakan, Kejari memiliki tugas membina administrasi pemerintahan kampung, agar tidak terjadi pelanggaran yang mengakibatkan negara mengalami kerugian.

Namun, bila sudah dibina, tetapi tetap saja ada pelanggaran, maka penengak hukum akan melakukan tindakan tegas, kemudian menjebloskan aparatur kampung termasuk reje ke dalam penjara. “Reje kampung harus hati-hati dalam mengelola dana desa, tetapi kalau sudah sesuai aturan, maka tidak akan ada masalah,” jelasnya.

Dia meminta penegak hukum memeriksa tenaga pendamping desa pada bulan Ramadhan ini, karena diduga tidak melakukan tugas dengan baik dalam membina kampung, sehingga laporan tidak bisa dibuat oleh desa. “Saya minta kepada kejaksaan untuk memeriksa mereka,” pintanya.

Sedangkan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Bener Meriah, drh Sofyan dalam laporannya menyebutkan pelantikan reje serentak baru pertama dilakukan di Bener Meriah. Dia menjelaskan proses pelantikan berjalan lancar dan sukses.

Sofyan menjelaskan pemilihan reje sudah sesuai dengan UU Nomor 6 Tahun 2014, tentang desa, Kemudian, Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2015 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 112 Tahun 2014, tentang pemilihan kepala desa, serta Qanun Aceh Nomor 4 Tahun 2009, tentang tata cara pemilihan dan pemberhentian geuchik.

Sofyan menambahkan, pelantikan reje kampung serentak tersebut dilaksanakan di dua tempat yang berbeda, yaitu di Kecamatan Timang Gajah pada pukul 08.00 WIB dan di Kecamatan Bandar yang dilaksanakan selepas shalat Jumat.

“Adapun jumlah reje kampung yang dilantik pada hari itu untuk wilayah barat Bener Meriah sebanyak 28 orang, sedangkan untuk bagian timur, sebanyak 36 orang,” jelas Sofyan.(c51) (uri/nton/ariana/AM)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id