Pupuk Subsidi Dijual Lebihi HET     | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pupuk Subsidi Dijual Lebihi HET    

Pupuk Subsidi Dijual Lebihi HET      
Foto Pupuk Subsidi Dijual Lebihi HET    

SIGLI – Penyalahgunaan pupuk bersubsidi masih dilakukan oleh pedagang di Kembang Tanjong, Pidie. Buktinya, petani harus membeli pupuk phonska atau NPK Rp 150.000 per sak ukuran 50 kg. Padahal, harga eceran tertinggi (HET) phonska yang ditetapkan Kementerian Pertanian (Kementan) adalah Rp 115.000 per sak.

Bebasnya pedagang menjual pupuk subsidi melebihi HET diduga akibat masih lemahnya pengawasan dari Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3). “Saya ada bukti struk pembelian pupuk phonska yang dijual pedagang Rp 150.000 per sak. Kalau di Pidie Jaya, kami lebih pupuk tersebut Rp 130.000 per zak,” ungkap Karim Hasan, Keuchik Meuraksa, Kecamatan Kembang Tanjong, kepada Serambi, Sabtu (20/5).

Harusnya, kata Karim, Pemkab melalui KP3 yang sudah dibentuk di setiap kabupaten/kota bekerja maksimal. Artinya, saat ada keluhan dari petani terhadap harga pupuk, mereka harus langsung turun ke lapangan. Sementara petani diminta melapor jika ada pedagang pupuk yang menjual pupuk tidak sesuai dengan ketetapan pemerintah.

“Pemerintah harus menertibkan pedagang yang menjual pupuk tanpa berpatron pada harga yang ditetapkan pemerintah. Kalau tidak, petani yang menderita akibah ulah pedagang pupuk,” ujar Keuchik Karim.

Anggota DPRK Pidie, Tgk Saifullah TS, menjelaskan, Sekda selaku Ketua KP3 harus cepat merespons keluhan petani terkait pedagang yang menjual pupuk subsidi di atas HET. KP3, lanjutnya, harus mengawasi peredaran pupuk dari tingkat distributor sampai ke pengecer agar tak dijual sesuai selera mereka.

“KP3 harus mengingatkan pedagang. Jika masih membandel, mereka harus diberi sanksi seperti dilarang menjual pupuk atau sanksi lain yang membuat pedagang jera dan menjadi pelajaran bagi yang lain,” ungkap T Saifullah.

Sekdakab Pidie, H Amiruddin, yang dihubungi Serambi, tadi malam, mengatakan, KP3 pada Senin (22/5) besok akan turun ke Kembang Tanjong dan kawasan lain untuk menindaklanjuti laporan warga terkait adanya pedagang yang menjual pupuk subsidi di atas HET. “Pedagang yang demikian akan kita tertibkan. Seharusnya merek tidak melakukan spekulasi harga terhadap pupuk bersubsidi,” ungkap Sekda.

“Jika ditemukan pedagang yang menjual pupuk subsidi dengan harga tinggi, kita akan beri sanksi,” tegas Amiruddin.

Sanksi itu, sebutnya, berupa distributor tak memberikan pupuk kepada pedagang pupuk yang nakal. Sebab, KP3 sudah berulang kali mengingatkan pedagang, agar tidak melakukan spekulasi terhadap pupuk bersubsidi jatah petani. “Tapi, pedagang tetap tak mengindahkan imbauan tersebut,” timpalnya.

Sebenarnya, tambah Amiruddin, pihaknya sudah memerintahkan tim KP3 pada minggu lalu untuk turun ke lapangan mengevaluasi pedagang pupuk. Tapi, sampai sekarang KP3 belum melaporkan hasil pengawasan di lapangan. “Kita memang sering menerima laporan tentang adanya permainan harga pupun di tingkat pedagang. Setelah kita tegur, pedagang itu hanya berubah dua hingga tiga minggu. Setelah itu, mereka kembali menjual pupuk bersubsidi sesuai dengan keinginannya,” demikian Amiruddin.(naz) (uri/gie/iyadie/OR)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id