Ketua Umum DPP Pro Jokowi Indonesia Dukung Pembentukan Kabupaten Peureulak Raya | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Ketua Umum DPP Pro Jokowi Indonesia Dukung Pembentukan Kabupaten Peureulak Raya

Ketua Umum DPP Pro Jokowi Indonesia Dukung Pembentukan Kabupaten Peureulak Raya
Foto Ketua Umum DPP Pro Jokowi Indonesia Dukung Pembentukan Kabupaten Peureulak Raya

URI.co.id,IDI – Ketua Umum DPP Pro Jokowi Indonesia Razali Ismail Ubit, mendukung pemekaran Kabupaten Aceh Timur dengan membentuk Kabupaten Peureulak Raya.

“Tujuan membentuk kabupaten pemekaran Peureulak Raya dari kabupaten induk (Aceh Timur) sangat jelas dan murni aspirasi masyarakat yang mendesak sehingga perlu sama-sama kita dukung untuk mewujudkannya agar kesejahteraan dan pemerataan pembangunan segera terwujud,” ungkap Razali Ismail Ubit melalui pesan WA yang diterima URI.co.id, Sabtu (20/5/2017).

Pada prinsipnya, kata Razali, DPP Pro Jokowi Indonesia sangat mendukung agar pemekaran Kabupaten Aceh Timur ini dapat segera terwujud demi kepentingan masyarakat di 10 kecamatan yang tergabung dalam Peureulak Raya.

Razali menyampaikan dukungannya terhadap pembentukan Peureulak Raya ini menanggapi berita di Harian Serambi Indonesia edisi Jumat 19 Mei 2017 pada halaman 11 dengan judul Dewan: Peureulak Raya Harus Segera Terbentuk.

Dalam berita itu, Anggota Komisi A DPRK Aceh Timur dari Partai PNA Jailani alias Keuchik Jai kembali menyuarakan aspirasi masyarakat dari sepuluh kecamatan dengan mendesak Pemkab Aceh Timur, untuk segera mewujudkan kabupaten pemekaran Peureulak Raya.

“Pembentukan Kabupaten Peureulak Raya ini perlu segera diwujudkan demi kesejahteraan masyarakat dan pembangunan. Pasalnya, Aceh Timur saat ini, memiliki daerah yang sangat luas terdiri dari 24 kecamatan, 513 gampong, sementara APBK hanya Rp1,9 triliun per tahun, sehingga dari minimnya anggaran ini pemerintah tidak mampu melakukan pemerataan pembangunan, sehingga masih banyak daerah yang tertinggal baik dari segi pembangunan maupun pemberdayaan ekonomi,” ungkap Jailani.

Panitia Dibentuk Sejak 2007

Untuk diketahui bahwa panitia pemekaran Peureulak Raya telah dibentuk sejak tahun 2007 berdasarkan mandat dan forum tuha peut dari 10 kecamatan yang akan menjadi cikal bakal wilayah Peureulak Raya tersebut.

Panitia pemekaran saat itu diketuai oleh Drs HT Syahril MAP, Wakil Ketua Agus Rijar Yahya SH MH, dengan Sekretaris Abdullah dan Wakil Sekretaris Amiruddin.

Di tahun 2007, panitia mulai menyiapkan syarat administrasi dan disampaikan ke DPRK dua tahun kemudian. Tahun 2009, DPRK mengeluarkan surat keputusan tentang persetujuan rencana pembentukan Peureulak Raya. DPRK bersama eksekutif masa pimpinan Bupati Muslim Hasballah, saat itu juga menganggarkan dana untuk proses pemberkasan dalam APBK tahun 2009 sebesar Rp150 juta.

Setelah panitia melengkapi berkas persyaratan itu, panitia pemekaran mengajukan proposal kepada Bupati Muslim Hasballah. Tapi, saat itu Pemerintah Pusat menerbitkan moratorium pemekaran kabupaten dan semua daerah otonomi baru (DOB) harus dievaluasi. Sehingga prosesnya terhenti hingga kini.

Pemkab belum Bentuk Tim Kajian Daerah

Wakil Ketua Panitia Pemekaran Peureulak Raya, Agus Rijar Yahya, didampingi sekretarisnya Amiruddin menjelaskan bahwa proses pembentukan Kabupaten Peureulak Raya saat ini terkendala karena Pemkab Aceh Timur belum membentuk tim kajian daerah otonomi baru.

“Layak atau tidaknya sebuah daerah otonomi baru (DOB) dimekarkan, harus melalui rekomendasi dari tim kajian daerah. Setelah itu, baru meminta persetujuan bupati. Namun, hingga saat ini Pemkab Aceh Timur belum membentuk tim tersebut. Sedangkan panitia sudah memenuhi semua syarat sesuai PP Nomor 78 tahun 2007, tentang persyaratan pemekaran kabupaten atau daerah otonomi baru (DOB),” ungkap Agus Rijar Yahya.

Tim kajian daerah itu, jelas Agus, dipimpin oleh Sekda dengan melibatkan dinas terkait dan kepanitiaan.

“Kami mengharapkan Pemkab Aceh Timur segera membentuk tim tersebut. Karena, dalam PP Nomor 78 tahun 2007, disebutkan paling sedikit lima kecamatan sudah cukup untuk membentuk satu kabupaten. Sedangkan kecamatan yang tergabung dalam Peureulak Raya terdiri dari sepuluh kecamatan, 180 gampong, dengan jumlah penduduk sekitar 200 ribu jiwa,” jelas Agus.

Ke sepuluh kecamatan yang tergabung dalam Peureulak Raya yaitu Kecamatan Birem Bayeun, Ranto Seulamat, Sungai Raya, Peureulak Timur, Peureulak Kota, Peureulak Barat, Ranto Peureulak, Peunaron, Serbajadi, dan Simpang Jernih. (uri/atrya/ratama/SP)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id