Loh Guan Lye Pamer Alat Medis Canggih | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Loh Guan Lye Pamer Alat Medis Canggih

Foto Loh Guan Lye Pamer Alat Medis Canggih

Rumah Sakit Loh Guan Lye Specialist Centre (LSC) Penang, Malaysia, memamerkan mesin pencitraan kardiovaskular dan sistem intervensi dengan teknologi terbaru dan tercanggih. Namanya Philips AlluraClarity FD10 I 10 Biplane Angiography System.

Peralatan medis tercanggih pertama di Malaysia ini diperkenalkan pihak rumah sakit yang berdiri tahun 1975 dengan kapasitas 273 tempat tidur itu kepada Wartawan Serambi, Muhammad Hadi yang diundang khusus menghadiri peresmian alat untuk menangani pasien jantung dan berbagai penyakit lainnya. Berikut laporannya.

KESAN ramah terlihat begitu saya dan para tamu menginjak lantai Rumah Sakit LSC, Jumat (4/3). Lobi salah satu gedung LSC sangat luas. Ada tiga wartawan dari Indonesia yang diundang, yaitu dari Serambi Indonesia (Aceh), Analisa (Sumatera Utara), dan Shang Bao (Jakarta).

Beberapa wanita yang mengenakan pakaian ala Cina berbaris dan menyalami kami sambil mengucapkan selamat datang. Kemudian disambut lagi wanita berwajah Cina yang didampingi para pria berjas hitam. Kami dibawa naik lift menuju lantai 10 dan disambut lagi oleh para gadis lain untuk dibawa ke aula besar.

Acara dimulai setelah datang Dr Afif Bahardin, Chairman of Committee for Agriculture & Agro-based Industry, Rural Development, and Health. Dia yang meresmikan Philips AlluraClarity FD 10/10 Biplane Angiography System. Ketika dipanggil Dr Mary Quah, Chief Executive Officer of LSC untuk memberi sambutan, saya baru terkejut ternyata wanita berjas hitam yang menyambut kami di lobi tadi adalah petinggi LSC bersama dokter spesialis. Bagi saya, ini pemandangan langka: seorang pimpinan turun ke lobi menyambut semua tamunya dengan ramah.

Seperti menyaksikan sebuah layar raksasa di bioskop, ditampilkan kemampuan dan fungsi alat terbaru Philips AlluraClarity FD 10/10. Para undangan dengan jelas dapat melihat tanyangan pasien diperiksa dengan alat canggih dan ditangani dengan ramah.

Berbagai alat medis mutakhir yang dimiliki LSC juga ditampilkan secara bergantian. Bahkan sejumlah foto kerja sama dengan rumah sakit terkenal hingga berbagai penghargaan domestik dan luar negeri.

Menurut Dr Mary Quah, ini sejalan dengan aspirasi pihaknya untuk menjadi pemimpin dalam industri kesehatan dan menyediakan layanan kesehatan berkualitas. LSC selalu mengalami perbaikan terus-menerus untuk memastikan menyediakan pasien dengan yang terbaik di bidang sumber daya manusia dan teknologi.

Dengan peluncuran Philips AlluraClanty FD10/10 ini, pasien kini terdedah dengan dosis radiasi rendah dan penggunaan media kontras iodinasi kurang. “Selain peningkatan teknologi untuk resolusi yang lebih baik, waktu skrining lebih cepat dan kualitas gambar yang sangat baik untuk meningkatkan presisi yang mengarah bagi hasil pengobatan yang lebih baik,” ujarnya.

 Wisata medis
Dr Afif Bahardin mengatakan, melalui peresmian alat terbaru dan tercanggih ini, Penang ingin menjadi daerah tujuan parawisata medis. Banyak juga orang Indonesia berobat ke Penang. Kini sedang diusahakan dibuka penerbangan langsung Bandung-Penang. Kalau penerbangan Jakarta-Penang sudah lama ada ada setiap hari.

Dua bulan lalu, kata Afif, dia sudah bertemu Ketua DPD RI, Irman Gusman, membicarakan promosi parawisata Penang dengan Indonesia. “Dengan adanya alat yang baru ini bisa membantu para pasien, insya Allah,” ujarnya.

Wisata medis memang menjadi andalan di Penang, karena para pasien dari berbagai negara termasuk dari Aceh datang berobat ke sana. Keluarga pasien tak perlu kebingunan mengingat ada jasa antar jemput ke bandara.

Berbagai jasa penginapan tersedia dari hotel dan apartemen. “Biasanya pasien yang pertama datang ke sini akan datang lagi karena mengaku puas,” ujar Sarabana Anen, sopir taksi keturunan India, kepada Serambi dalam perjalanan dari Bandara Penang.

Salah satu keluarga pasien asal Medan, Andri mengaku puas dengan penanganan tuntas di Loh Guan Lye. Ia bersama istri membawa putrinya berobat radang amandel (pembekakan di tenggorokan). Bahkan putrinya sudah dapat makan hanya baru dua jam setelah operasi amandel. Biasanya butuh hingga empat hari baru dapat mencicipi makanan. Soal biaya tak masalah baginya yang memilih kamar VIP. “Saya diajak oleh teman, pertama nggak percaya, ternyata benar,” ujar Andri kepada Serambi di lobi Loh Guan Lye.

Bussiness Development Excecutive Loh Guan Lye, Ratna membawa kami mengelilingi rumah sakit tersebut dengan mobilnya pada malam sebelum peresmian. LSC menyediakan kualitas layanan kesehatan komprehensif dan terbaru. Fasiltasnya mulai dari pencegahan, diagnosis, dan pengobatan dari berbagai jenis penyakit.

Kondisi medis untuk prosedur estetika dan paket pemeriksaan kesehatan ideal di lingkungan yang penuh kehangatan dan peduli untuk istirahat dan pemulihan. “Dengan pembukaan unit wing baru 10 tingkat pada September 2009, Loh Guan Lye telah kembali diperluas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Penang, negara-negara tetangga. Ini untuk mendukung upaya pemerintah mempromosikan pariwisata medis dan membuat Loh Guan Lye menjadi destinasi pilihan untuk kesehatan internasional,” ujar Ratna.

Kami juga dibawa Bussiness Development Excecutive Loh Guan Lye, Chee Leng San, untuk melihat berbagai alat canggih yang dimiliki rumah sakit tersebut. Turut hadir saat peresmian, Konsul Indonesia di Penang Taufiq Rodhy, dokter spesialis jantung dan internis dr Goh Eng Leong, dr Na Boon Seng, dan dr Goh Teck Hwa. Kemudian dokter spesialis jantung dan intervensi elektrofisiologi dr Ma Soot Keng, Philips General Manager Health System Division, Malaysia, Mr KB Lim, dan tamu dari mancanegara. Itulah faktanya. (*) (uri/itri/elmeizar/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id