Kita Ingin Ramadhan Tanpa Gejolak Harga | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Kita Ingin Ramadhan Tanpa Gejolak Harga

Kita Ingin Ramadhan Tanpa Gejolak Harga
Foto Kita Ingin Ramadhan Tanpa Gejolak Harga

Menjelang memasuki bulan suci Ramadhan tahun ini, kita berharap tidak terjadi lonjakan harga-harga kebutuhan pokok masyarakat. Komitmen pemerintah untuk mengantisipasinya ditambah sikap tanggap aparat penegak hukum, terutama kepolisian, tentu menjadi langkah yang sangat pen ting guna mencapai harapan itu.

Secara nasional, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polisi Republik Indonesia sejak pekan lalu mulai mengawasi pergerakan bahan pokok. Bareskrim mulai melakukan pengawasan terhadap kemungkinan adanya spekulan yang berupaya mengambil untung besar dan cenderung tidak wajar jelang bulan Ramadhan. Kepolisian sudah mencium kemungkinan itu berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya. Bareskrimpun mengancam kepada siapa saja yang berusaha bertindak curang dengan tindakan hukum.

Mengenai kenaikan harga sudah diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) 63/M-DAG/PER/9/2016 tentang penetapan harga acuan pembelian di petani dan harga penjualan di konsumen. Aturan tersebut menetapkan panduan penentuan harga kepatutan yang wajar. Melanggar aturan ini bisa dikategorikan sebagai pelanggaran pidana.

Kita yakin kepolisian memegang komitmennya untuk menjerat siapa saja yang menjadi penyebab munculnya gejolak harga di pasar. Tentu, di sini diperlukan partisipasi banyak pihak untuk mencegah tindakan nakal spekulan. Pendek kata jangan buka peluang kepada orang-orang yang hanya mengejar keuntungan, tapi justru merugikan orang lain

Terkait dengan itu, di Aceh, Gubernur Zaini Abdullah juga sudah memerintahkan instansi terkait supaya menjaga stok pangan dan menjaga stabilitas harga di pasar. Para pedagang diminta tidak menaikkan harga kebutuhan pokok seiring dengan meningkatnya jumlah permintaan masyarakat jelang bulan puasa.

“Dalam melakukan stabilisasi harga, kita juga melibatkan pihak kepolisian dalam hal ini Dirkrimsus Polda Aceh. Sehingga kita tidak segan-segan untuk menindak oknum-oknum yang mempersulit masyarakat,” tegas Zaini.

Gubernur juga mengingatkan masyarakat agar tidak panik dan tidak perlu memborong barang kebutuhan pokok, karena sejauh ini kebutuhan pokok seperti beras, gula dan minyak goreng stoknya masih cukup, bahkan untuk enam bulan ke depan.

Ya, jika demikian faktanya, masyarakat tentu tidak perlu melakukan aksi borong barang-barang kebutuhan. Sebab, aksi borong-borong barang itu bisa mendorong terjadinya “kejutan-kejutan” di pasar. Inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh pedagang-pedagang nakal untuk menaikkan harga.

Sekali lagi, kita berharap di bulan menghadapi bulan Ramadhan kali ini kita semua dapat menyambutnya secara tenang tanpa gangguan oleh naiknya harga barang-barang kebutuhan pokok yang kemudian membebani masyarakat.

Dan, langkah Pemerintah Aceh yang melakukan operasi pasar di sejumlah titik guna menjaga stabilisasi harga sangat kita hargai. Harapan kita, kegiatan ini terus dilakukan guna menutup peluang pedagang mempermainkan harga barang. (uri/strid/lleonora/AE)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id