Pembunuh di Abdya Itu Pastilah Setan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pembunuh di Abdya Itu Pastilah Setan

Pembunuh di Abdya Itu Pastilah Setan
Foto Pembunuh di Abdya Itu Pastilah Setan

Kemarin, harian ini menempatkan sebuah laporan tentang tragedi pembunuhan paling sadis dan misterius sebagai berita utama di halaman depan. Habibi Askhar Balihar alias Abil (8) dan Fakhrurrazi alias Arul (12), putra Mulyadi, seorang pejabat di Kabupaten Abdya ditemukan tewas mengenaskan dalam rumah nenek mereka, Hj Wirnalis (62), di Desa Meudang Ara, Blangpidie, Rabu (17/5). Sang nenek (mertua Mulyadi) juga ditemukan terkapar tak bernyawa dekat jenazah kedua cucunya.

Hingga beberapa jam setelah penemuan tiga jenazah dalam kondisi bersimbah darah itu, polisi masih terus mengumpulkan fakta dan keterangan. “Untuk sementara belum bisa kita pastikan apa motifnya. Nanti kita lihat dari hasil olah TKP dan autopsi oleh dokter,” kata polisi.

Sedangkan Mulyadi mengaku tak punya persoalan baik di kantor maupun terkait keluarga. Karenanya ia berharap polisi dapat segera mengungkap kasus pembunuhan dua anak dan mertuanya itu.

Bersama dengan beredarnya kabar tentang tragedi pembunuhan itu, masyarakat menunjukkan sikap geram kepada pelaku yang tega menghabisi dua belia bersama neneknya. Di tengah rasa kesalnya, masyarakat menduga-duga bahwa kasus ini ada kaitan dengan proyek karena Mulyadi adalah pejabat yang berkedudukan penting Dinas Pekerjaan Umum Abdya. Jika bukan terkait dengan proyek, warga lainnya menduga motifnya dendam pribadi.

Ya, menduga-duga dengan merangkai fakta dan pengalaman adalah kebiasaan masyarakat kita di setiap kali ada kasus-kasus semacam di atas. Itu memang hak masyarakat. Apalagi, terkadang motif yang misterius akhirnya terungkap persis seperti yang pernah diduga masyarakat. Menduga-duga motif boleh, tapi menduga-duga pelaku sangat dilarang, sebab itu sudah masuk ke wilayahnya pihak penegak hukum.

Tapi sebagai muslim, kita sangat percaya dan yakin bahwa pelaku pembunuhan itu adalah setan yang bisa berwujud manusia bayaran atau mungkin juga pendendam yang mungkin “berteman” dengan narkoba. Oleh karenanya, untuk mengetahui setan apa yang merasuki sang pembunuh, maka sebaiknya masyarakat sabar menanti hasil pengusutan kasus dimaksud yang sedang dilakukan polisi.

Sesungguhnya, menurut para ahli, banyak faktor yang menyebabkan terjadinya kejahatan sadistis. Antara lain, pertama, kejahatan itu terjadi karena faktor keturunan. Anak seorang penjahat lebih gampang manjadi penjahat. Kedua, faktor lingkungan. Manusia bisa berlaku jahat, bahkan mungkin sadistis, karena lingkungan menginginkan. Lingkungan di sini dapat berarti lingkungan pada saat seseorang dibesarkan, maupun lingkungan pada saat kejahatan berlangsung. Dan, yang ketiga, kejahatan sadistis ini bisa juga mencul karena masyarakat dilanda krisis nilai, terutama nilai-nilai agama dalam kehidupan.

Maka, bagi kita kaum muslim hendaknya menginstrospeksi faktor ketiga tadi, terutama menjelang masuknya bulan suci Ramadhan. Di bulan inilah kita semua hendaknya dapat mengajarkan kembali hati kita agar tak gampang dikuasai setan. Dan, kepada tiga korban pembunuhan sadis di Abdya kita doakan agar Allah Swt memberi tempat yang baik di sisi-Nya. (uri/anni/addad/BH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id