Bener Meriah Berantas Maksiat | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Bener Meriah Berantas Maksiat

Bener Meriah Berantas Maksiat
Foto Bener Meriah Berantas Maksiat

* Plt Bupati Perintahkan Satpol PP dan WH

REDELONG – Sejumlah tempat yang diduga sebagai jang maksiat dan lainnya selama ini akan segera dirazia dalam rangka menghormati bulan suci Ramadhan yang tidak sampai dua pekan lagi. Plt Bupati Bener Meriah, Rusli M Saleh, Rabu (17/5) memerintahkan Satpol PP dan WH untuk melakukan tindakan tegas di sejumlah lokasi yang dianggap rawan maksiat.

Dilaporkan, tindakan sebagian kawula muda yang melakukan perbuatan asusila telah membuat warga penghasil kopi itu resah. Perbuatan maksiat yang terus terjadi di beberapa lokasi seperti area lapangan pacuan kuda Sengeda, Kampung Karang Rejo, Kecamatan Bukit, dan lokasi wisata Alie-Alie (jamur khop), untuk segera ditertibkan.

“Sudah banyak anak-anak muda yang melakukan kegiatan tidak sopan di sejumlah tempat, sehingga kelakukan mereka telah meresahkan warga,” kata Rusli M Saleh, seraya mengakui informasi itu diterimanya dari laporan masyarakat.

Dia meminta petugas Satpol PP dan WH yang didukung kepolisian serta intansi terkait untuk segera melakukan penertiban. Disebutkan, pelanggar syariat tersebut mayoritas dilakukan oleh remaja, yang rata-rata masih duduk di bangku sekolah.

Rusli menjelaskan pihaknya akan segera mengeluarkan surat imbauan kepada sekolah dan instansi pemerintahan untuk ikut melakukan pengawasan terhadap remaja. “Kelakuan remaja yang kerap melakukan perbuatan maksiat harus segera diantisipasi, diawali dengan penertiban lokasi yang diduga sebagai tempat melakukan perbuatan maksiat,” ujarnya.

“Penertiban harus segera dilakukan di sejumlah lokasi yang jelas-jelas melanggar syariat Islam,” tegas Plt Bupati Bener Meriah ini. Dia menegaskan jika ditemukan remaja atau masyarakat yang ditangkap dalam razia, maka harus diproses.

Namun, sebutnya, orang tua kedua pasangan itu, termasuk kepala sekolah tempat mereka sekolah dipanggil, sehingga dapat mengetahui prilaku anaknya. “Ini perintah saya, karena tidak lama lagi akan memasuki Ramadhan dan jangan sampai kelakuan oknum remaja ini mengotori bulan suci ini,” pungkasnya.

Sementara itu, seorang warga Bener Meriah, Zainuddin mengakui prilaku remaja sudah kelewatan batas dan melanggar syariat Islam. Disebutkan, dia sempat patroli di lapangan pacuan kuda Sengeda dan betapa terkejut dirinya, saat melihat sejumlah pasangan yang masih berusia remaja duduk berdua-duaan.

“Remaja ini memanfaatkan URI.co.id lapangan pacauan kuda untuk berbuat asusila, kadangkala tanpa rasa malu menampakkan secara terang-terangan,” ujar Zainuddin.

Sedangkan seorang warga Blang Rakal, Subhan, saat dikonfirmasi melalui telepon seluler juga mengakui adanya perbuatan maksiat di kawasan wisata Alie-Alie (jampur Khop). Dia mengungkapkan pengunjung umumnya dari luar Bener Meriah dan Aceh Tengah.

“Kami tahu, mereka mayoritas berasal dari luar Bener Meriah atau Aceh Tengah yang datang ke jamur Khop,” ujarnya. Dia mengaku bingung belum ada upaya penetiban dilokasi tersebut, karena warga belum berani mengambil tindakan.

Keduanya berharap, Pemkab Bener Meriah segera melakukan penertiban tempat-tempat wisata, termasuk menutup akses menuju lapangan pacuan Kuda Sengeda. Dikatakan, petugas Satpol PP dan WH juga harus aktif melakukan patroli, sehingga bisa mencegah niat untuk melakukan maksiat oleh para remaja.(c51) (uri/leny/andraini/GC)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id