Cara Korea Dapatkan Peluang Investasi Dunia | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Cara Korea Dapatkan Peluang Investasi Dunia

Cara Korea Dapatkan Peluang Investasi Dunia
Foto Cara Korea Dapatkan Peluang Investasi Dunia

OLEH ISKANDAR ZULKARNAEN, PhD, Dosen FISIP Unimal, diperbantukan pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP) Aceh, melaporkan dari Korea Selatan

SUDAH lama saya mengagumi negara di semenanjung Korea ini dan berharap bisa melihat dari dekat bagaimana Pemerintah Korsel menyulap negeri yang hancur lebur akibat perang saudara menjadi salah satu kiblat teknologi dunia. Harapan itu jadi kenyataan setelah saya dapat undangan Global Project Plaza (GPP) 2017 yang berlangsung menjelang akhir April 2017 di Lotte Hotel World, Seoul.

Yang mengundang kami adalah lembaga Korea Trade-Investment Promotion Agency (KOTRA)/Badan Investasi Perdagangan dan Promosi Korsel, institusi yang telah banyak berkontribusi bagi pesatnya pertumbuhan ekonomi Korea. Forum GPP 2017 disponsori Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi Korsel. Pesertanya lebih banyak pengusaha asal Korsel dan mancanegara, perusahaan, lembaga keuangan, dan perwakilan pemerintah dari 56 negara. GPP 2017 ini bertujuan memberi kesempatan kepada perusahaan Korsel untuk ekspansi bisnis di bidang teknologi, pembangkit energi, dan keuangan.

Dari Indonesia, saya bersama mitra dari PT Wijaya Karya–BUMN yang bergerak di bidang infrastruktur–diundang menghadiri forum ini.

Pada bulan April di Korsel sedang musim semi (spring). Suhu rata-rata berkisar 10 hingga 14 derajat Celcius. Kita bisa menikmati aneka tumbuhan yang bunganya sedang mekar dan indah, terutama di kawasan pegunungan yang mengelilingi Seoul. Kota ini dikelilingi delapan gunung, salah satunya Gunung Bukhan, puncak tertinggi.

Bagi saya yang datang dari daerah tropis, suhu di musim semi itu terasa dingin laksana sedang berada di Dataran Tinggi Gayo, Aceh. Dalam acara itu, saya termasuk peserta termuda dibandingkan perwakilan dari negara lain. Kondisi ini memberi energi lebih untuk saya dalam memaparkan presentasi tentang peluang investasi di Aceh. Terutama memperkenalkan Aceh kepada para pengusaha dan investor Korsel. Kehadiran saya dalam acara ini tak hanya memperkenalkan Aceh yang mulai kondusif keamanannya kepada pelaku bisnis Korsel, tetapi juga memberikan gambaran tentang prospek investasi di Aceh.

Saya juga memperkenalkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe yang baru saja diresmikan Presiden Jokowi melalui Perpres Nomor 5 Tahun 2017 pada 17 Februari lalu. Sebagian besar pelaku bisnis sangat tertarik untuk berinvestasi di KEK Arun. Minat mereka langsung ditunjukkan begitu selesai presentasi. Belasan pengusaha yang hadir memberikan kartu namanya kepada saya dan ingin berdiskusi lebih lanjut tentang potensi investasi di kawasan Lhokseumawe yang beberapa dekade lalu merupakan kawasan yang memasok gas terbesar ke Korea dan Jepang.

Saya merasa terhormat mendapat kesempatan memperkenalkan Aceh pada forum ini, karena lebih dari seratusan peserta dari luar Korsel yang mewakili 56 negara, KOTRA hanya memberi kesempatan kepada 20 perwakilan untuk presentasi di hari pertama.

Secara umum, acara Global Project Plaza ini diisi dengan beberapa kegiatan utama: seminar tentang peluang investasi, one-on-one business meeting (para perwakilan negara dapat mengajukan proposal proyek mereka langsung dengan calon investor dari perusahaan asal Korsel), networking luncheon/dinner, dan industrial site tour. Melalui format pertemuan begini, masing-masing pihak bisa saling berdiskusi lebih intens mengenai sektor mana yang bisa digarap. Model begini yang jarang dilakukan oleh pemerintah kita selama ini.

Sebagai daerah baru terbebas dari konflik, Aceh perlu belajar banyak pada Korsel. “Negeri Ginseng” ini mampu bangkit setelah perang saudara yang mengerikan, menjadi salah satu raksasa ekonomi di Asia.

Kita perlu belajar dari kesuksesan Korsel, bagaimana mereka menciptakan peluang investasi dan menarik calon investor. Kenapa hal ini penting dan perlu dilakukan? Kesuksesan ekonomi Korsel dalam beberapa dekade ini mendapat apresiasi banyak pihak. Negara yang sebelumnya hancur lebur, bahkan lebih miskin dari Indonesia pascaperang saudara antara Korea Selatan dan Utara pada 1953, kini bangkit menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia yang sangat penting. Mereka memproduksi berbagai produk ekspor berteknologi tinggi dan merambah ke berbagai negara di penjuru dunia.

Lompatan pertumbuhan ekonomi yang drastis ini menjadi pertanyaan banyak pihak, mulai dari kalangan akademis, para politisi, dan ekonom. Ternyata, salah satu kunci kesuksesan Korsel saat ini tidak jauh dari giatnya negara ginseng tersebut mendapatkan peluang investasi baik dari pengusaha dalam dan luar negeri. KOTRA di bawah naungan Kementerian Perdagangan Korsel mempunyai tugas untuk memfasilitasi kebijakan pemerintah yang berorientasi pada ekspor, Foreign Direct Investment (FDI), dan kerja sama antarpemerintah sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Sejak berdiri 1962 silam, KOTRA telah mengubah ribuan perusahaan yang dulunya berskala usaha kecil menengah (UKM) menjadi perusahaan konglomerat dengan aset triliunan rupiah. Usaha ini tercapai karena KOTRA memberikan prioritas khusus kepada industri UKM di negara itu untuk berkembang dan merambah dunia luar dengan produk ekspor unggulan di bidang masing-masing.

Sebagai daerah bekas konflik, sudah saatnya kita belajar dan mengikuti jejak Korsel. Setelah lebih 11 kita mengakhiri konflik, kini saatnya kita kelola pemerintahan dengan profesional dan mengurangi aspek politik dan subjektivitas dalam mengelola pemerintahan. Jika boleh bersaran, sekarang ayo “Tuntutlah ilmu sampai ke Negeri Ginseng!’

* Bila Anda punya informasi menarik, kirimkan naskah dan fotonya serta identitas Anda ke email: [email protected] (uri/ilviana/ebriyani/SF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id