Warga Muara Batu Demo PN | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Warga Muara Batu Demo PN

Warga Muara Batu Demo PN
Foto Warga Muara Batu Demo PN

* Minta Hakim Menghukum Berat Perusak Pagar Sawah

LHOKSUKON – Puluhan warga Desa Alue Paloh Awe, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, Rabu (17/5) siang, berdemo di depan Kantor Pengadilan Negeri (PN) Lhoksukon, Aceh Utara. Massa meminta hakim menghukum berat dua terdakwa kasus perusakan areal sawah. Kemarin, majelis hakim menggelar sidang pembacaan amar putusan kasus tersebut.

Kedua terdakwa adalah Asnawi (61), warga Desa Bungkah, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, dan Rusli (40), warga Kecamatan Kuta Blang, Bireuen. Sementara kasus pengrusakan pagar sawah seluas 10 hektare di kawasan Alue Paloh Awe itu terjadi pada 2016. Lalu, kasus itu dilaporkan warga desa itu ke polisi. Kondisi areal persawahan saat itu dalam sengketa.

Amatan Serambi, puluhan warga Alue Paloh Awe tiba di PN Lhoksukon pukul 12.00 WIB. Mereka berkumpul di depan PN sambil mengusung spanduk bertuliskan “Warga Desa Paloh Awe, Kec Muara Batu Kabupaten Aceh Utara, hukum pelaku kejahatan mengaku wilayah persawahan Desa Bungkah yang terletak di Desa Paloh Awe, yang meresahkan kami, tertanda warga Paloh Awe”.

Sementara itu, dari pihak terdakwa juga dihadiri puluhan warga. Namun, mereka tidak menggelar aksi. Mereja hanya duduk di luar pengadilan menunggu putusan sidang. Mereka juga berharap agar kedua terdakwa dibebaskan hakim dari segala tuntutan jaksa.

“Kami datang kemari agar hakim menghukum berat perusak pagar sawah kami. Apalagi sekarang sedang menjadi tahanan rumah. Kami minta agar hakim menahan terdakwa nanti, sehingga ke depan menjadi pelajaran bagi yang lain dan tidak diulangi lagi,” ujar Koordinator Aksi, Hamzah Adam kepada Serambi, kemarin.

Sementara itu, Asnawi dan Rusli mengaku tidak merusak pagar orang lain. Ia, Rusli, dan sejumlah penggarap sawah lainnya hanya memindahkan pagar menuju sawahnya, karena sudah dipagari oleh orang lain. “Saya tidak merusak pagar, hanya memindahkan. Bukan hanya saya dan Rusli, tapi warga lain juga, tapi hanya kami berdua yang dipersoalankan,” katanya.

Sementara itu, majelis hakim PN Lhoksukon yang diketuai Abdul Wahab MH didampingi dua hakim anggota Maimun SH dan Fitriani SH, membuka sidang kasus itu pukul 15.00 WIB. Namun, sidang agenda pembacaan putusan ditunda pada Rabu (24/5) mendatang. Pasalnya, laptop hakim diserang virus, sehingga materi amar putusan yang sudah dipersiapkan tidak bisa diprint.

“Semalam, saat putusan mau dicetak, komputernya blank dan harus diperbaiki. Majelis hakim sudah berusaha mengetik ulang putusan itu, namun tidak selesai, sehingga sidang ditunda hingga Rabu mendatang. Sidang yang ditunda hari ini bukan putusan perkara itu saja, namun semua perkara agenda putusan yang dipegang majelis hakim tersebut terpaksa ditunda,” ujar Abdul Wahab.(jaf) (uri/ilviana/ebriyani/SF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id