Giliran DPRA Cek Toilet Masjid Raya | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Giliran DPRA Cek Toilet Masjid Raya

Giliran DPRA Cek Toilet Masjid Raya
Foto Giliran DPRA Cek Toilet Masjid Raya

BANDA ACEH – Komisi IV DPRA, Selasa (16/5) meninjau pembangunan infrastrukur Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh yang baru saja diresmikan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Salah satu sasaran peninjauan adalah toilet yang menurut kalangan ulama belum sesuai dengan nilai syariah.

Tim Komisi IV DPRA dipimpin Ketua Komisi Tgk Anwar Ramli SPd bersama Wakil Ketua Asrizal H Asnawi, Sekretaris Zulfadli, dan anggota komisi, Abdurahman Ahmad, Tarmizi Panyang, Hendriyono, dan Tgk Usman.

Amatan Serambi, rombongan tiba di Masjid Raya Baiturrahman sekitar pukul 11.30 WIB. Mereka langsung mengecek kondisi toilet yang berada di koridor utara, koridor timur, dan koridor selatan. Selain itu juga melihat payung dan lantai halaman masjid (area plaza).

Wakil Ketua Komisi IV, Asrizal H Asnawi kepada Serambi mengatakan, kondisi toilet untuk buang air kecil saat ini memang tidak islami sehingga tidak layak dipakai untuk masjid. Karena pembatas yang rendah sehingga menimbulkan ketidaknyamanan bagi penggunanya. Ia meminta segera diganti dengan pembatas yang tinggi.

Selain itu, ia juga meminta pihak kontraktor maupun pihak Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Aceh agar lebih memperbanyak toilet jongkok. Karena jenis toilet itu lebih aman bagi jamaah dari cipratan air.

DPRA juga ikut menyorot toilet bagi difabel, sistem ventilasi udara di basement, payung, keramik lantai dasar yang kurang rata, hingga toilet koridor utara yang belum selesai. Mereka juga meminta kran air di tempat wudhu menggunakan teknologi sensor, agar lebih hemat air.

Menurut Asrizal, toilet difabel yang berjumlah empat unit memang sudah layak dari segi luas ruangan, namun masih harus disempurnakan fasilitasnya. “Seharusnya ada pagar pegangan di kiri kanan toilet, agar mereka mudah berpindah dari kursi roda ke toilet, namun ini cuma sebelah yang ada pegangannya,” ujar Asrizal.

Ia juga mengkritik, satu dari empat area toilet di Masjid Raya, yaitu toilet di koridor utara (dekat Pasar Aceh) masih dalam tahap pengerjaan yang saat ini diperkirakan masih 60 persen. Karena, menurutnya, seharusnya saat suatu bangunan diresmikan, semua pengerjaan sudah selesai. “Ini kok masih ada aduk-aduk semen lagi, parahnya semen diaduk di atas lantai marmer,” ujar Asrizal.

Selain itu, pihak kontraktor diminta memperhatikan ventilasi udara di basement, karena menurut yang dirasakan anggota dewan kondisinya pengap dan panas. Sehingga dikhawatirkan jika nanti jamaahnya ramai kondisinya akan lebih pengap.

Terakhir ia meminta agar ada solusi terhadap genangan air di halaman masjid, tepatnya di bawah payung. Karena saat hujan menyebabkan lantai halaman itu tergenang air, yang dapat mengganggu aktivitas di masjid. (mun) (uri/ilati/sra/MU)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id