Kejari Dilempar Telur | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Kejari Dilempar Telur

Kejari Dilempar Telur
Foto Kejari Dilempar Telur

* Saat Berlangsung Sidang Enam Nelayan

MEULABOH – Massa di luar Pengadilan Negeri (PN) Meulaboh melempar telur ayam ke Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Barat saat berlangsung sidang perkara penggunaan alat tangkap trawl (pukat harimau) dengan terdakwa enam nelayan Aceh Barat, Selasa (16/5). Empat butir telur ayam tersebut dilempar massa secara tiba-tiba saat massa memadati depan Kantor Pengadilan Negeri (PN) dan Kejari seusai sidang.

Berdasarkan informasi diperoleh Serambi massa dari nelayan mulai pagi sudah memadati PN Meulaboh menghadiri sidang. Setelah persidangan selesai massa tampak kecewa. Massa kemudian keluar dari PN dan memadati depan Kantor PN dan Kejari Aceh Barat yang terletak berdampingan. Sementara enam terdakwa kembali dibawa petugas ke Lembaga Pemasyarakatan Meulaboh dikawal polisi. Namun massa nelayan masih tetap bertahan memadati depan PN dan Kejari Aceh Barat. Saat itulah sekitar empat telur melayang mengenai Kantor Kejari Meulaboh.

Massa kemudian membubarkan diri dan tidak ada yang berkomentar terhadap siapa yang bertanggung jawab dalam pelemparan telur tersebut. Sejumlah aparat keamanan yang tidak jauh dari lokasi langsung mendatangi Kejari Aceh Barat.

Petugas berupaya mengejar pelempar telur ayam tersebut, namun tidak berhasil. Sementara telur ayam pecah mengenai lantai Kantor Kejari dan papan nama kantor.

Kajari Aceh Barat Ahmad Sahruddin yang coba dihubungi Serambi terkait insiden itu belum berhasil tersambung. Seorang petugas di Kantor Kejari Aceh Barat menyatakan pelempar telur adalah wanita.

“Kalau pelaku pria sudah kami tangkap bawa langsung ke kantor,” ujar seorang petugas setempat. Koordinator Aksi Nelayan Indra Jeumpa mengaku ketika insiden pelemparan terjadi ia masih dalam PN. Namun dia menduga apa yang dilakukan itu sebagai bentuk kekecewaan nelayan.

Sementara itu Mejelis Hakim PN Meulaboh kemarin kembali menunda sudang dengan agenda pembacaan tuntutan. Penundaan terjadi karena jaksa belum merampungkan berkas tuntutan kepada enam terdakwa. Sidang dilanjutkan kembali Rabu (17/5) hari ini.

“Majelis kami minta waktu karena tuntutan belum turun,” kata JPU Maiman SH. Sidang kemarin diketuai Said Hasan SH dengan hakim anggota M Tahir SH dan M Al-Qudri SH. Sedangkan JPU dari Kejari Aceh Barat dan panasehat hukum (PH) terdakwa dari LBH Pos Meulaboh. Enam terdakwa yang dihadirkan ke persidangan yaitu M Mizar (34), Aliman (52), Erfin (36), Baktiar (37), Yuli Saputra (31) dan M Din (56).(riz) (uri/wi/ovi/ovianti/DNN)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id