Bekraf Bina Pengembang Kopi | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Bekraf Bina Pengembang Kopi

Bekraf Bina Pengembang Kopi
Foto Bekraf Bina Pengembang Kopi

BANDA ACEH – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) membina pelaku ekonomi kreatif subsektor kuliner, khususnya kopi terkait akses permodalan melalui business matching industri hilir kopi, di Aula Bank Indonesia Perwakilan Aceh, Banda Aceh, Selasa (16/5). Kegiatan tersebut untuk menjelaskan kepada para pelaku ekonomi kreatif tentang cara mengembangkan usahanya.

Pada kesempatan itu, Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo mengatakan kali ini Bekraf fokus pada industri hilir kopi, yaitu kopi sebagai produk yang siap dinikmati konsumen. Ia menjelaskan industri hilir ini meliputi pengembangan usaha dalam bidang kedai dan kafe, pengembangan pemasaran kopi siap konsumsi maupun bubuk, usaha desain interior kedai dan kafe, pembuatan kemasan beserta desain, peralatan penyajian, dan pengolahan minuman kopi.

“Bekraf berharap kopi Indonesia bukan hanya sebagai komoditas, tapi bisa memiliki nilai tambah dengan disajikan di kedai dan kafe memakai brand Indonesia, sehingga kedai dan kafe brand Indonesia dikenal masyarakat Indonesia dan mancanegara,” harapnya.

Fadjar menyebutkan ada 150 pelaku ekonomi kreatif dari komunitas himakraf dan pengusaha kopi di Aceh yang mejadi peserta di acara tersebut. Dengan acara ini, para peserta dapat mengetahui persyaratan mengakses permodalan perbankan syariah di Banda Aceh dan pihak perbankan siap menyalurkan pembiayaan bagi yang layak mendapatkannya.

Kegiatan ini dibuka oleh Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo dengan keynote speaker Deputi Direktur Departemen Pengembangan UMKM Bank Indonesia, Ika Tejaningrum dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Aceh, Ahmad Farid. Acara ditutup dengan business matching antara pelaku ekonomi kreatif dan perbankan, serta demo barista.

Sementara itu, Direktur Akses Perbankan Bekraf, Restog K Kusuma menambahkan selain menghadirkan pengembang bisnis hilir kopi dan barista, pihaknya juga mendatangkan perbankan syariah agar dapat berbagi informasi terkait pembiayaan perbankan syariah kepada para pelaku ekonomi kreatif.

Ia menambahkan persyaratan mengikuti acara tersebut yaitu tergabung dalam salah satu komunitas subsektor ekonomi kreatif, memiliki brand atau merek, pemilik usaha kreatif terkait kopi, usaha sudah berjalan selama satu tahun, serta membawa proposal pembiayaan untuk diajukan kepada perbankan syariah dalam rangka pengembangan usaha. (una) (uri/ndra/ndrianto/IA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id