Permohonan Suntik Mati Berlin Silalahi Mulai Disidangkan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Permohonan Suntik Mati Berlin Silalahi Mulai Disidangkan

Permohonan Suntik Mati Berlin Silalahi Mulai Disidangkan
Foto Permohonan Suntik Mati Berlin Silalahi Mulai Disidangkan

URI.co.id, BANDA ACEH – Pengadilan Negeri Banda Aceh mulai menyidangkan permohonan suntik mati (euthanasia) yang diajukan oleh Berlin Silalahi, korban tsunami penghuni barak pengungsi di Gampong Bakoy, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, yang kini sudah digusur.

Sidang perdana itu berlangsung diruang sidang utama yang dipimpin hakim tunggal, Ngatimen SH, Senin, (15/5/2017).

Sidang itu beragendakan pembacaan berkas permohonan dan pemeriksaan dua saksi yaitu Puspita Dewi dan Habibah, tetangga Berlin saat di barak.

Kuasa hukum Berlin Silalahi, Safaruddin dari Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) menyampaikan kliennya saat ini sedang mengalami sakit kronis dan lumpuh.

Akibatnya, Berlin tidak dapat menafkahi keluarganya. Sementara ia memiliki dua orang putri dan istri, Ermawati, seorang ibu rumah tangga yang tidak berpenghasilan.

Putri pertamanya, Tasya Maizura (12) saat ini dirawat oleh kakak kandung Ermawati, di Lamjabat, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh.

Sementara si bungsu, Fitria Baqis (6) tinggal bersamanya yang saat ini sudah menetap sementara di Kantor YARA bersama 17 kepala keluarga lainnya.

“Pemohon sampai saat ini sedang menderita sakit kronis, infeksi peradangan pada tulang, lumpuh dan sesak, tidak dapat melakukan aktivitas apapun apalagi mencari nafkah untuk menghidupi keluarga. Pemohon merasa telah menjadi beban keluarga selama ini,” baca Safaruddin.

Persoalan semakin kompleks ketika Pemkab Aceh Besar mengusur Berlin Silalahi bersama pengungsi lainnya. Sementara mereka belum memiliki tempat tinggal.

Rumah bantuan yang dijanjikan semasa BRR juga tak kunjung ada sehingga, kata Safaruddin, kliennya menjadi tertekan secara fisik maupun psikologis.

Dengan untuk mengurangi beban keluarga, lantas Berlin mengajukan permohonan suntik mati ke Pengadilan Negeri Banda Aceh, Rabu (3/5/2017).

Ia meminta hakim untuk mengabulkan permohonan langka tersebut.

“Menetapan izin eutanasia atas nama Pemohon,” demikian bunyi petitum permohonannya. (uri/nton/ariana/AM)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id