Kartu BPJS tak Bertuan Semua Asli | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Kartu BPJS tak Bertuan Semua Asli

Kartu BPJS tak Bertuan Semua Asli
Foto Kartu BPJS tak Bertuan Semua Asli

MEULABOH – Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Meulaboh, dr Neni Fajar, menyatakan pihaknya telah mengecek semua kartu BPJS yang sempat dilaporkan “tidak bertuan” setelah diamankan dari seorang keuchik di Kecamatan Woyla Timur. “Teryata, semua kartu itu asli. Kita sudah cek,” kata Neni menjawab Serambi di Meulaboh, Aceh Barat, Senin (15/5).

Menurut Neni, pengecekan dilakukan bukan saja di Kantor BPJS Kesehatan menggunakan sistem yang ada, tetapi juga di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Aceh Barat pada Senin (15/5).

Pengecekan dilakukan, kata Neni, setelah pihaknya menarik kartu BPJS saat timnya turun ke Desa Teumikeut Ranum, Woyla Timur, Sabtu (13/5).

Setelah dicek diperoleh fakta bahwa kartu-kartu itu pemiliknya tersebar di sejumlah desa dalam Kecamatan Woyla Timur. Misalnya, di Pasi Janeng, Blang Luah, dan beberapa desa lainnya. “Namun, ada juga yang pemiliknya berada di Kecamatan Woyla Barat karena pindah dari Woyla Timur,” kata Neni.

Ia tambahkan, setelah proses pengecekan berlangsung, kartu-kartu yang sempat diberitakan tak bertuan itu akan didistribusikan kembali kepada nama-nama yang tercantum di kartu.

Neni menyebutkan bahwa jumlah kartu yang diamankan dari Keuchik Teumikeut Ranum hanya 33 lembar. Kartu itu dicetak tahun 2014, lalu disalurkan dari BPJS ke kecamatan, kemudian diteruskan ke keuchik.

“Padahal, waktu itu suah disampaikan kepada para keuchik bahwa kalau terdapat kartu yang nama pemiliknya tidak berada di desa itu, maka harus dikembalikan lagi ke BPJS,” kata Neni.

Menurut Neni, apabila kartu-kartu tersebut dikembalikan langsung pada waktu itu ke BPJS terdekat, tentulah hal ini tidak seheboh sekarang dan menjadi sorotan Ombudsman RI Perwakilan Aceh.

Namun, menurutnya, selama ini tak ada hal-hal yang dinilai bermasalah dengan penyelengaraan BPJS Kesehatan di Aceh Barat.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Meulaboh itu juga menambahkan bahwa pihaknya sudah menjadwalkan pada Selasa (16/5) hari ini akan menemui pejabat Pemkab Aceh Barat untuk menjadwalkan pertemuan dengan seluruh keuchik di Aceh Barat. Pertemuan itu dilakukan bertahap guna menyikapi kemungkinan adanya kartu BPJS yang masih disimpan oleh keuchik tertentu.

Neni kembali mengimbau para keuchik di Aceh Barat agar apabila masih menyimpan kartu BPJS yang nama pesertanya tidak berada di desa tersebut, maka harus dikembalikan segera ke pihak BPJS.

Sebagaimana diberitakan terdahulu, puluhan kartu BPJS yang tak jelas pemiliknya itu “diamankan” di rumah seorang keuchik dalam wilayah Kecamatan Woyla Timur, Aceh Barat, karena sang keuchik tak tahu harus didistribusikan ke mana. Informasi itu ditindaklanjuti oleh Ombudsman RI Perwakilan Aceh dengan menghubungi keuchik yang mengamankan kartu BPJS tak bertuan itu.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Dr Taqwaddin Husin dalam rilisnya di Banda Aceh mengatakan, berdasarkan investigasi sistemic review (SR) yang dilakukan Tim Asisten Ombudsman di Aceh Barat pada 11 Mei 2017 ditemukan puluhan lembar kartu BPJS yang tidak jelas pemiliknya.

Taqwaddin menegaskan kartu BPJS yang ditemukan itu asli, namun tak jelas pemiliknya. Karena dicetak dalam jumlah banyak, tapi tak dapat dimanfaatkan, ia menilai hal itu sebagai pemborosan uang negara. (riz) (uri/atih/artanto/RH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id