Bank Aceh Diminta Fokus untuk UKM | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Bank Aceh Diminta Fokus untuk UKM

Bank Aceh Diminta Fokus untuk UKM
Foto Bank Aceh Diminta Fokus untuk UKM

* Juga Harus Rekrut Tenaga Muda yang Kuasai IT

BANDA ACEH – Para Bupati dan Wali Kota di Aceh meminta para direksi PT Bank Aceh Syariah agar memperbanyak atau memfokuskan penyaluran pembiayaan kepada koperasi dan usaha kecil menengah (UKM).

Bupati/Wali Kota selaku pemegang saham Bank Aceh menyampaikan hal ini dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Bank Aceh Syariah di Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh, Senin (15/5). Wali Kota Langsa, Tgk Usman Abdullah SE kembali menegaskan hal ini ketika menjawab Serambi seusai acara ini.

Menurutnya, keberpihakan Bank Aceh Syariah kepada Koperasi dan UKM selama ini masih sangat rendah. “Ini terbukti dari pembiayaan untuk sektor produktif baru 10 persen atau senilai Rp 1,3 triliun. Sedangkan pembiayaan konsumtif cukup besar mencapai Rp 10,8 triliun dari total pagu pembiayaan yang dilakukannya 2016 senilai Rp 12,2 triliun,” kata Wali Kota Langsa.

Wali Kota mengatakan sesuai laporan BI bahwa UKM itu lebih relatif tahan dibandingkan pengusaha besar. Hal ini sudah terbukti pada saat Indonesia krisis moneter 1997-1998, sangat sedikit UKM yang harus tutup. Sedangkan usaha besar sangat banyak yang gulung tikar dan tertunggak kredit di bank.

Usman Abdullah menyarankan agar perencanaan bisnis Bank Aceh ke depan agar lebih mendorong UKM di Aceh dari berbagai sektor berkembang pesat. Misalnya di bidang pertanian, perikanan, peternakan, peternakan, kehutanan, pariwisata, jasa, kuliner, industri, serta pertambangan skala kecil dan menengah.

“Tentunya melalui pembiayaan sistem syariah yang benar, bukan kulitnya saja syariah, tapi isinya konvensional,” kata Usman Abdullah.

Hal hampir sama juga disampaikan Bupati Abdya Ir Jufri Hasanuddin, Bupati Aceh Tengah Ir Nasaruddin, Bupati Gayo Lues Ibnu Hasyim, Bupati Aceh Selatan H T Sama Indra, Bupati Simeulue Riswan. Intinya mereka meminta Bank Aceh mempermudah dan memperbanyak pembiayaan dengan margin rendah, terutama untuk usaha-usaha masyarakat kecil yang mendominasi di suatu daerah. Misalnya pengembangan kopi di Gayo, pemeliharaan lobster di Simeulue, dan pengolahan produksi pala di Aceh Selatan.

Dalam RUPS itu, Bupati/Wali Kota menolak usulan anggota rapat untuk memperpanjang masa kerja karyawan yang telah berpengalaman. Tetapi sebaliknya, mereka mengusulkan agar karyawan sudah tua dan tak produktif agar ditawarkan pensiun dini. Sehingga dalam RUPS disepakati akan merekrut tenaga muda energik yang mengusai IT pada tahun ini 100 orang.

Kesepakatan lain yang disepakati dalam RUPS itu, menurut Usman Abdullah dan dibenarkan Jufri Hasanuddin bahwa sebagian dana CSR dari keuntungan Bank Aceh 2016 senilai Rp 369 miliar akan digunakan untuk pengadaan truk sampah dan lannya. Ini berbeda dengan tahun sebelumnya yang difokuskan untuk beli mobil ambulans dan bus sekolah.

Turut hadir dan memberi sambutan dalam RUPS PT Bank Aceh Syariah ini, Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah selaku pemegang saham utama dan pakar perbankan nasional asal Adnan Ganto yang berperan dalam proses konversi Bank Aceh dari konvensional ke syariah.

Dirut PT Bank Aceh Syariah, Busra Abdullah mengatakan sebagai direksi pihaknya siap menjalankan kesepakatn dalam forum RUPS, yakni pembiayaan lebih fokus terhadap koperasi dan UKM, sebagian dana CSR untuk beli truk sampah, dan rencana perekrutan tenaga kerja muda yang kuasai IT untuk gantikan karyawan memasuki pensiun usia 55 tahun. “Ide itu cukup bagus dan direksi bersama komisaris siap menjalankan putusan forum RUPS,” kata Busra. (her) (uri/strid/lleonora/AE)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id