56.846 Warga Tamiang Mengidap Darah Tinggi | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

56.846 Warga Tamiang Mengidap Darah Tinggi

56.846 Warga Tamiang Mengidap Darah Tinggi
Foto 56.846 Warga Tamiang Mengidap Darah Tinggi

* Tidak Menular tapi Rawan Meninggal Dunia

KUALASIMPANG – Dari 264.420 jiwa penduduk Aceh Tamiang, sebagian besar mengidap 10 penyakit tidak menular namun rawan meninggal. “Di antaranya, 56.846 jiwa (21,5 persen) mengidap penyakit darah tinggi,” kata Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tamiang, dr M Fajri MKes, Minggu (14/5).

Hal ini diungkapkannya setelah dilakukan survei oleh tim Kementerian Kesehatan beru-baru ini. “Kesepuluh penyakit tidak menular namun mematikan ini perkembangannya di Tamiang cukup mengkhawatirkan,” katanya.

Menurut dr M Fajri, penyebab timbulnya sejumlah penyakit ini umumnya karena pola hidup yang tidak sehat. Ia mencontohkan, banyak warga malas berolah raga, malas makan buah dan sayur, cenderung menyukai makanan tinggi garam dan berlemak. Ironisnya, tambah Fajri, warga tidak mengetahui kemunculan penyakit di dalam tubuh mereka. “Banyak ditemukan penderita gula darah dan darah tinggi yang tidak mengetahui gejala penyakit tersebut, karena tidak pernah memeriksakan diri,” ujarnya.

Para penderita biasanya baru mengetahui penyakitnya itu saat sudah stadium lanjut ketika mendapat mendadak dan kemudian dibawa ke RSU. Dalam beberapa kasus, penderita yang mendapat serangan mendadak ini meninggal dunia tal lama setelah dirawat.

Untuk mencegah peningkatan penyakit tidak menular namun mematikan ini di masyarakat, Dinkes Aceh Tamiang saat ini mendirikan pos kesehatan pembinaan terpadu (Pos Bindu) penyakit tidak menular di tingkat desa, yang bertujuan mengandalikan penyakit tidak menular di tengah-tengah masyarakat yang semakin mengkhawatirkan.

Dengan Pos Bindu ini diharapkan petugas kesehatan bisa lebih cepat mengetahui jika ada warga yang mengalami gejala salah satu penyakit tersebut. Karena warga dapat mengecek diri terhadap gejala penyakit yang dirasakan. Sehingga tidak perlu ke Pukesmas karena di desanya telah ada pos kesehatan.

“Dari 213 desa yang ada di Aceh Tamiang, untuk tahap awal baru terbentuk Pos Bindu di 68 desa. Kami menargetkan tahun 2018, seluruh desa di kabupaten ini sudah memiliki Pos Bindu,” harapnya.(md) (uri/evo/stuti/RA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id