Pelabuhan Malahayati akan Buka 24 Jam | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pelabuhan Malahayati akan Buka 24 Jam

Pelabuhan Malahayati akan Buka 24 Jam
Foto Pelabuhan Malahayati akan Buka 24 Jam

BANDA ACEH – Bongkar muat barang dari dan ke kapal di Pelabuhan Malahayati, Krueng Raya, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar akan berlangsung setiap hari tanpa batas waktu siang dan malam (24 jam). Gagasan itu dilakukan pihak PT Semen Padang dan PT Pelindo selaku pengelola pelabuhan tersebut.

Manager Umum PT Pelindo I Malahayati, Rasmun Effendi mengatakan selama ini dermaga bongkar muat beberapa komoditas utama, seperti semen, gula, dan pengiriman barang melalui kontainer di pelabuhan tersebut memang sudah berstatus 24 jam, tetapi bongkar muatnya hanya siang.

“Karena itu, Kepala Biro Pengantongan II Semen Padang Padang, Bapak Abdul Aziz memprakarsai agar pelabuhan ini benar-benar bisa melayani bongkar muat 24 jam,” kata Rasmun Effendi seperti dikutip dalam siaran pers dikirim pihak PT Semen Padang kepada Serambi kemarin.

Menurut Rasmun, kini persiapan bongkar muat 24 jam di pelabuhan tersebut hampir selesai. “Lampu sorot 2×3000 watt untuk menerangi areal bongkar muat hingga dua kilometer sudah dipasang akhir April lalu,” kata Rasmun.

Ia menambahkan dengan meningkatnya kegiatan ekonomi di Banda Aceh sejak 2015 sudah dirasakan pentingnya peningkatan status operasional pelabuhan bongkar muat barang itu menjadi 24 jam. Hal ini seperti tumbuhnya permintaan semen di Banda Aceh yang disikapi PT Semen Padang dengan meningkatkan pengiriman semen ke Packing Plant Semen Padang di Malahayati menjadi 250.000 ton per tahun sejak 2016.

“Tingginya frekuensi kapal semen yang masuk ke Pelabuhan Malahayati memerlukan pelabuhan beroperasi 24 jam, karena umumnya kapal-kapal dari Teluk Bayur Padang yang mengangkut semen itu, masuk pelabuhan ini malam hari. Itu sebabnya kita berharap sekali Pelindo mau membuka layanan 24 jam,” timpal Abdul Aziz.

Karena itu, Abdul Aziz berharap regulasi izin sandar 24 jam di Pelabuhan Malahayati dapat segera diterbitkan KSOP Malahayati. “Ini tidak saja akan bermanfaat untuk bongkar muat semen, tetapi juga semua komoditas dari dan ke Aceh. Selama ini banyak waktu terbuang lantaran jika kapal merapat sore, maka bongkar muatnya baru bisa dilaksanakan besok pagi,” ujar Aziz.

Abdul Aziz menceritakan sandar perdana malam hari di Pelabuhan Malahayati sudah dilakukan Jumat (12/5) oleh Kapal Curah MV Rimba Empat. Kapal itu mengangkut 7.800 ton semen jenis PCC Semen Padang. Menurut Aziz, selain dirinya, proses sandar itu juga disaksikan Kepala Pelindo I Malahayati Capt Al Abrar, Panglima Laot Malahayati Kalala KSOP, Polsek, Staf Pelindo I Malahayati, dan masyarakat yang sangat antusias mengikuti proses penyandaran malam hari itu.

Dalam siaran pers yang sama, disebutkan Panglima Laot Malahayati Imran menyatakan semua para pemangku kepentingan pelabuhan dan masyarakat serta nelayan setempat mendukung rencana pembukaan pelabuhan tersebut 24 jam. Pasalnya, hal ini kata Imran secara otomatis sangat berdampak baik terhadap pertumbuhan dan kegiatan ekonomi penduduk Krueng Raya.

Karena itu, kata Imran tak ada alasan bagi nelayan terganggu aktivitasnya malam hari atas kegiatan bongkar muat di pelabuhan tersebut. “Tidak ada masalah, kita mendukung rencana ini karena berdampak positif terhadap ekonomi masyarakat,” kata Imran.

Imran didampingi mantan Panglima Laot Malahayati, Ahmad Zakaria menyampaikan hal ini dalam rakor soal ini bersama PT Semen Padang, PT Pelindo, aparat keamanan, dan segenap pemangku kepentingan pelabuhan Malahayati di Kantor PT Pelindo I kemarin. (sal) (uri/omario/alah/RF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id