Payung Masjid Meniru ‘Madinah’ Toilet Berkiblat ke Eropa? | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Payung Masjid Meniru ‘Madinah’ Toilet Berkiblat ke Eropa?

Payung Masjid Meniru ‘Madinah’  Toilet Berkiblat ke Eropa?
Foto Payung Masjid Meniru ‘Madinah’ Toilet Berkiblat ke Eropa?

URI.co.id, BANDA ACEH – Diskusi warga pasca peresmian Masjid Raya Baiturrahman yang megah oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, tiba-tiba beralih tema ke tempat buang air kecil, toilet, dan wc di lantai bawah.

Adalah perihal foto salah satu sudut toilet yang cantik namun dinilai tak sesuai syariat yang memicu diskusi hangat hingga saat ini.

Bermula dari postingan Ustadz Masrul Aidi, Lc yang menyindir toilet Masjid Raya pasca peresmian.

Toilet di lantai bawah masjid itu, dianggap tidak sesuai dengan kearifan lokal dan kaidah fiqih perihal tatacara bersuci dalam Islam. Beberapa netizen menyebut itu budaya barat dan sama persis dengan kebanyakan  toilet di negeri-negeri Eropa.

Sejumlah netizen membagikan postingan ustadz kondang ini sebanyak 24 kali. Postingan ini juga mendapat respons beragam, karena Ustadz Masrul Aidi menulisnya dengan gaya bercanda.

“Cara kencing yang islami itu ya begini. Sambil kencing bisa “silaturrahmi” dengan tetangga sebelah. Syukur syukur sempat melihat lihat “perabotan”nya.  Tidak adakah yang waras yang terlibat dalam perencanaan
untuk menyarankan pembatas yang lebih tinggi.  Agar tetangga tak sembarangan lirik lirik
Lokasi : konon, fasilitas baru mesjid raya Baitur Rahman Aceh.”

Tulisan Ustadz Masrul Aidi dikomentari banyak netizen Seperti oleh akun Zakiul Fuadi. Ia menulis “Karena yg dilibatkan dlm perbuatan nya bukan orang berilmu. Itu membuktikan bahwa pengelola mesjid Baiturrahman bukan orang berilmu tapi orang yang dekat dengan penguasa. Padahal itu mesjid terbesar di propinsi syariat Islam. Watee ta kheun lagee nyan ka ipeugah ta incar peng medjid raya.”

Sementara nada guyonan atas postingan itu juga datang dari akun Teuku Fauzi Al-Fansuri. 

“Tgk bahasa silaturahmi sambil kencing kira2 gmn ya…pasti salaman g ada krn g ada yg mau terima tangan..krn kaleuh meumat boh Lot…..kira2 pas pandang kira atau kanan apa kata pertama keluar Hehehehehehhe.”

Ulasan serupa terakit toilet Masjid Raya juga disampaikan Akun Tunn Mastur Yahya yang sejak siang tadi terus diviralkan dan tersebar melalui banyak jaringan sosial media.

Ia menulis,  “Model internasional toilet di Mesjid Baiturrahman nyan payah “adaptasi” keulai bacut sapat eunteuk, hana cocok ngen budaya sinoe, dan agak melanggar ngen ketentuan fiqih. Miseue jih kencing berdiri ka ta anggap lazem, kareuna jinoe ka biasa cit model toilet mesjid lagee nyan (termasuk lôn), tapi alangkah baiknya pembatas antara satu ruang dengan lainnya (bintêh) jangan serendah itu (beek miyup that), mudah leumah barang meunalee gop (ka lagee toilet bioskop duasa). Seni konsultan cit lagee nyan, tapi adak meudêh Teungku Imum meuseujid geubi saran cit bak tukang watee phôn ipeugot.

Lhêuh nyan lom wc duduk cara bersuci pakek seulang seumprot (hana kulah ie) dan lantai kamar mandi model rata meunan (kamar mandi kering seperti sistem hotel berbintang), nyan sang kon keu mesjid cocok jih, ken ruang bersuci ala mesjid. Memang beutoi kriteria toilet kering secara internasional adalah bersih tak basah, tak terkait kesucian (hana kulah ie hana gayôeng ie), namun mêunyo bak mesjid sang han cocok, meuligan meureutêk cucian hadas bak ija atawa siluweue.”

Status mengejutkan ditulis oleh akun Akmal Elhanief, karena langsung mengkritik Gubernur Aceh, Zaini Abdullah. 

Pengusaha travel yang sering pulang pergi Aceh Madinah dan Makkah ini dua kali menulis menyoal toilet Masjid Raya.

“Apa tuha (abu doto), ini aceh pak gubernur bukan eropa, segera perbaiki tuh toilet Mesjid Raya Baiturrahman, tanyo ureung meu-agama dan meu-adat, kon meuno cara meu-udeep!! # icah teuh hai.. hahahaha, foto diambil dr fb kanda Tunn Masthur Yahya # atas permintaan kanda tunn masthur yahya.. akhirnya lon rubah bacut redaksi, walaupun sebenarnya meuno kanda.. hana penghormaran dr lon keu pemerintah zalim, nyan sagai, kakeuh lah.. bek gabuk2 hehe.”

Di status kedua, ia membandingkan foto-foto di toilet masjid Nabawi Madinah. Ia juga menulis:

“Surat terbuka utk abu doto (lon rubah bacut teuk kanda tunn masthur yahya beh kadang ada wartawan mau naikkan berita ini, ngarep.. hehe), abu doto yg terhormat.. kl mau contoh mesjid nabawi madinah munawwarah jgn contoh payungnya aja tapi contoh WC nya juga, wc di mesjid nabawi tertutup rapi dlm ruangan dan ada kunci pintunya….”

Persoalan toilet Masjid Raya menjadi diskusi yang terus dibagikan oleh netizen.

Beberapa sumber URI.co.id di Masjid Raya mengatakan, sebenarnya sudah sejak lama disarankan konsultan ke pihak Cipta Karya sebagai pihak yang merenovasi masjid kebanggan orang Aceh tersebut. (uri/atrya/ratama/SP)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id