Mantan Ketua Panwaslih DPO | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Mantan Ketua Panwaslih DPO

Mantan Ketua Panwaslih DPO
Foto Mantan Ketua Panwaslih DPO

* Dugaan Korupsi Rp 600 Juta

KUTACANE – Mantan Ketua Panwaslih Agara, Junianto Siahaan SE yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi sebesar Rp 600 juta lebih masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Dua tersangka lainnya telah diamankan tim penyidik tindak pidana korupsi (Tipikor) terkait pelaksanaan Pilkada Bupati Agara dan Gubernur Aceh pada 9 April 2012.

Kapolres Agara, AKBP Edi Bastari didampingi Kanit Tipikor, Aipda Ervan Effendi, kepada Serambi, Sabtu (13/5) mengatakan mantan Ketua Panwaslih Agara bersama AP sebagai bendahara dan SA sebagai kepala sekretariat diduga melakukan dugaan korupsi dana Panwaslih Agara tahun 2012.

“Mantan Ketua Panwaslih Agara ini akan terus dikejar sampai dapat untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujar Edi Bastari. Dia menyatakan pada 9 April 2017 berkas dirampungkan atau P21 dan telah dikirimkan ke Kejari Agara pada 8 Mei 2017 serta dua tersangka bersama barang bukti akan diserahkan pada Senin (15/5).

Disebutkan, berdasarkan temuan tim penyidik, Panswalih Agara 2012 mengelola dana untuk Pilbup Agara dan Pilgub Aceh dari APBA Rp 1.968.618.000 dan APBK Agara Rp 2.795.500.000. Ditambahkan, dari jumlah itu ditemukan penyimpangan sebesar Rp 600.150.000 dalam penentuan atau penggunaan dana yang tidak sesuai dengan RKA/KL/NPHA 2011/2012 dan NPHD 2012. Edi Bastri menyatakan penanganan kasus dugaan korupsi itu sudah dimulai sejak 2 Februari 2016 dan ketiga tersangka diancam dengan pasal (2) jo (3) jo (4) Undang-Undang RI nomor 20 tentang perubahan atas UU nomor 31, tentang pemberantasan dugaan korupsi. Disebutkan, minimal empat tahun atau 20 tahun penjara serta denda minimal Rp 200 juta dan maksimal Rp 1 miliar.(as) (uri/wi/ovi/ovianti/DNN)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id