Guru Pembelajaran | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Guru Pembelajaran

Guru Pembelajaran
Foto Guru Pembelajaran

Oleh: Teguh Santoso, PPPPTK Bahasa, Kemdikbud, Jakarta | [email protected]

Dalam 2 tahun belakangan, Pemerintah tengah gencar dengan Program Guru Pembelajar yang harus diikuti oleh para guru yang telah mengikuti Uji Kompetensi Guru (UKG) 2015.

Sebagai tindak lanjut supaya kompetensi guru tetap meningkat. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen mengamanatkan salah satunya yaitu pembinaan dan pengembangan profesi guru sebagai aktualisasi profesi pendidik. Pembinaan dan pengembangan guru salah satunya melalui Program Guru Pembelajar.

Guru Pembelajar ini dilaksanakan bagi semua guru, baik guru yang telah bersertifikasi maupun guru yang belum bersertifikasi dengan catatan guru tersebut telah dipetakan kemampuan kompetensinya. Pemetaan kompetensi tersebut telah dilakukan melalui UKG. Selain itu, paradigma yang mengharuskan guru menjadi fasilitator pembelajaran di kelas menjadikan ia sosok yang memegang peranan penting dalam proses belajar-mengajar di sekolah. Jenjang pendidikan dasar dan menengah memerlukan guru yang profesional. Profesionalitas ini yang terus dikembangkan melalui berbagai cara sehingga harapan akan guru yang ideal dapat terwujud.

Pada hakikatnya, tujuan Program Guru Pembelajar yaitu untuk meningkatkan ompetensi guru berdasarkan pemetaan kelompok kompetensi guru hasil UKG 2015 melalui berbagai strategi, moda, dan media pelatihan. Profesi guru saat ini bukan lagi profesi yang disepelekan. Menjadi seorang guru yang sejati bukan hal yang mudah seiring dengan aturan yang mengikutinya. Hal ini seperti halnyayang dialami oleh profesi lain seperti dokter, hakim, dan lain-lain.

Oleh karena itu, guru memiliki gengsi tersendiri, bukan lagi identikdengan si Oemar Bakrie. Paradigma guru pembelajar menyiratkan bahwa yang harus belajar bukan hanya siswa, murid, atau peserta didik. Guru pun sekarang dituntut untuk belajar. Guru harus mengupgrade ilmunya dan pengetahuannya.

Seiring perkembangan ilmu dan teknologi, guru sekarang harus update bukan kudet. Ada beberapa pihak yang menanyakan tentang pentingnya uji kompetensi guru. Apapun alasannya, guru harus memiliki pemikiran positif terkait dengan uji kompetensi yang harus dijalaninya.

Menurut hemat penulis, jadikan uji kompetensi sebagai sarana muhasabah. Artinya, guru secaraindividual harus mengetahui kemampuan dirinya sendiri melalui uji kompetensi tersebut. Ibarat orang bercermin tentu kondisi rapi yang diinginkan. Bayangkan jika Anda seorang guru yang hendak pergi mengajar ke sekolah lalu Anda berdandan apa adanya tanpa terlebih dahulu bercermin. Tentulah di depan peserta didiknya hal tersebut mungkin akan menimbulkan kegaduhan atau bahkan bahan ledekan muridmuridnya.

Dengan bercermin sebelum pergi ke sekolah, sudah pasti guru akan membenahi apaapa yang dianggap tidak rapi, misalnya rambut disisir supaya tidak terlihat acak-acakan.Demikian halnya dengan kompetensi guru. Tentu ada sisi-sisi kelemahan dari seorang guru yang harus terus diminimalisasi kelemahan tersebut melalui Program Guru Pembelajar ini. Program Guru Pembelajar yang digulirkan ini memiliki 10 kelompok kompetensi yang kesemuanya tertuang di dalam 10 modul.

Modul tersebut disusun secara alfabetis. Jika seorang guru hendak meningkatkankompetensi yang dianggap kurang, ia akan fokus pada salah satu modul yang harus dipelajarinya. Pemetaan kompetensi seorang guru sangatpenting bagi upaya peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. Hal ini seiring dengan rencana pemerintah untuk membagi kompetensi guru ke dalam beberapa jenjang yaitu guru pertama, guru muda, guru madya, dan guru utama.

Kondisi tersebut nantinya akan kentara pembedaannya antarjenjang tersebut. Setiap jenjang guru memiliki syarat dan kompetensi yang berbeda sehingga akan mudah untuk dilakukan deteksi dini terhadap permasalahan guru dan penanganannya lebih lanjut.Melalui program ini diharapkan nilai kompetensi guru mencapai angka 80 pada tahun 2019 mendatang. Kondisi ini yang juga diharapkan dapat mendongkrak kualitas pendidikan dan outputnya di Indonesia. Terkait Program Guru Pembelajar, khusus untuk guru bahasa memiliki data yang cukup besar.

Mata pelajaran bahasa seperti bahasa Indonesia memiliki jumlah guru yang angka ketersebaran secara jenjang satuan pendidikan dan secara geografis memiliki angka yang tinggi di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, apapun program yang digulirkan oleh pemerintah sebaiknya para guru mengikutinya. Hal ini seperti yang terjadi saat ini.

Guru-guru yang pada tahun 2015 belum mengikuti UKG saat ini seringkali menanyakan kapan lagi ada UKG dan mereka ingin dilibatkan dalam tes kompetensi imaksud. Pentingnya mengikuti program seperti penulis sampaikan karena keseluruhannya sudah seperti cetak biru (blueprint) terutama tentang pembinaan karier guru yang berkelanjutan. Sekarang ini yang dapat mengikuti Program Guru Pembelajar yakni mereka-mereka (guru) yang telah mengikuti Uji Kompetensi Guru 2015 lalu.

Bagi mereka yang tidak mengikuti uji kompetensi tersebut tidak dapat mengikuti program ini. Itulah pola yang dilakukan pemerintah dengan pembinaan karier yang berkelanjutan. Selanjutnya, Program Guru Pembelajar pada tingkat lanjut akan berkembang kepada Program Keprofesian Berkelanjutan (PKB) yang di dalamnya masih memuat esensi tentang guru pembelajar. Bagi sekolah kejuruan (SMK) saat ini sedang digulirkan rogram guru berkeahlian ganda.

Program ini memungkinkan seorang guru dengan latar belakang mata pelajaran apapun untuk menguasai bidang ilmu lain, seperti perakitan komputer tau keahlian lain yang bersifat vokasional (kejuruan). Program ini dimaksudkan supaya guru bidang vokasional memiliki jumlah yang cukup dan mempunyai kemampuan atau kompetensi yang unggul di bidang kejuruan tertentu. Dengan demikian diharapkan output yang dihasilkan melalui jenjang pendidikan kejuruan memiliki tidak hanya keterampilan akan tetapi lifeskill atau keterampilan hidup yang sesungguhnya sehingga kompetensi sumber daya manusia Indonesia dapat bersaing pada tataran global. Semoga! (uri/syrafi/orat/AG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id