Gubernur dan 10 Bupati Dilantik Juli 2017 | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Gubernur dan 10 Bupati Dilantik Juli 2017

Gubernur dan 10 Bupati Dilantik Juli 2017
Foto Gubernur dan 10 Bupati Dilantik Juli 2017

* Dalam Sidang Paripurna DPRA dan DPRK

BANDA ACEH – Gubernur dan wakil gubernur Aceh terpilih, Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah, serta sepuluh pasang bupati/wakil bupati dan wali kota/wakil wali kota terpilih hasil Pilkada 2017 di Aceh akan dilantik pada bulan Juli dalam sidang paripura DPR masing-masing daerah.

“Pada Juli mendatang, ada sepuluh bupati/wali kota yang masa tugasnya berakhir, makanya pada bulan itu akan dilakukan pelantikan bupati/wali kota terpilih, setelah Mendagri lebih dulu melantik Gubernur Aceh terpilih, Irwandi Yusuf dan wakilnya, Nova Iriansyah,” kata Kepala Biro Tata Pemerintahan Setda Aceh, Frans Dellian MSi kepada Serambi di Banda Aceh, Jumat (12/5).

Kesepuluh bupati dan wali kota yang berakhir masa jabatannya pada bulan Juli itu, sebut Frans Dellian, adalah Bupati Aceh Besar 3 Juli 2017, Wali Kota Banda Aceh 4 Juli, Bupati Aceh Utara 5 Juli, Wali Kota Lhokseumawe 5 Juli, Bupati Aceh Timur 6 Juli, Bupati Aceh Jaya 9 Juli, Bupati Bener Meriah 11 Juli, Bupati Pidie 12 Juli, Bupati Simeulue 16 Juli, dan terakhir Bupati Aceh Singkil 17 Juli 2017.

Sedangkan Gubernur Aceh, lanjut Frans, masa tugasnya baru akan berakhir pada 25 Juni 2017. Tanggal 25 Juni itu, kalau dilihat kalender Masehi dan Hijriah, masih dalam suasana hari pertama Idul Fitri 1438 Hijriah. Jadi, mana mungkin dilaksanakan serah terima jabatan gubernur pada hari itu.

Setelah liburan hari Raya Idul Fitri, yakni pada akhir Juni 2017, kata Frans, Mendagri akan menunjuk Pelaksana Harian (Plh) Gubernur Aceh, sampai gubernur terpilih dilantik.

Dalam surat teleks (radiogram) Mendagri tanggal 10 Mei 2017 yang dikirimkan kepada para gubernur dan bupati/wali kota yang telah melaksanakan pilkada serentak, dijelaskan bahwa untuk pelantikan bupati/wali kota terpilih di Aceh, dilantik oleh Gubernur Aceh terpilih di hadapan Ketua Mahkamah Syar’iah dalam sidang paripurna DPR masing-masing daerah, sebagaimana amanah dari UU Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh.

Ini artinya, kata Frans, pelantikan bupati/wali kota terpilih yang telah melaksanakan pilkada serentak 15 Februari 2017 di Aceh, disesuaikan dengan tanggal masa waktu habisnya masa tugas bupati/wali kota lama. Pada bulan Juli mendatang, ada sepuluh daerah yang masa tugas bupati/wali kotanya habis.

Sedangkan sepuluh bupati/wali kota lainnya yang juga melaksanakan pilkada serentak pada 15 Februari lalu, pelantikannya disesuaikan dengan berakhirnya masa tugas lima tahun bupati/wali kota yang lama. Bulan Agustus ada tiga daerah, yaitu Bupati Bireuen, 6 Agustus 2017, Bupati Aceh Barat Daya 27 Agustus, dan Wali Kota Langsa 27 Agustus.

Bulan September, lanjut Frans, ada tiga daerah yang kepala daerahnya dilantik, yakni Wali Kota Sabang 17 September 2017, Bupati Aceh Tenggara 24 September, dan Bupati Gayo Lues 25 September.

Bulan Oktober, ada dua kabupaten yang kepala daerahnya dilantik, yakni Bupati Aceh Barat dan Nagan Raya, masing-masing 8 Oktober 2017.

Terakhir, pada Desember ada dua daerah, yakni Bupati Aceh Tengah 27 Desember 2017 dan Bupati Aceh Tamiang 28 Desember 2017.

Agar di masing-masing daerah tersebut jadwal pelantikan bupati/wali kota terpilihnya bisa tepat waktu–sesuai dengan berakhirnya masa tugas mereka lima tahun penuh–maka menurut Frans Dellian, jadwal pelantikan gubernurnya harus sudah dipersiapkan pada medio Juni mendatang oleh Sekretariat DPRA.

Misalnya, dijadwalkan pada 2 atau 3 Juli 2017. Satu minggu setelah dilantik, kata Frans, gubernur terpilih Irwandi Yusuf bisa menjadwalkan pelantikan sepuluh bupati/wali kota terpilih yang masa tugas bupati/wali kota lamanya berakhir pada bulan Juli.

Kalau tidak seperti itu, menurut Frans, maka di sepuluh daerah itu akan banyak daerah yang harus ditunjuk pelaksana harian bupati/wali kotanya, karena masa tugas bupati/wali kotanya sudah habis, sementara bupati/wali kota terpilihnya terlambat dilantik.

“Ini saran kami kepada Sekretariat DPRA, agar jadwal pelantikan gubernur terpilih tidak bergeser terlalu jauh dari jadwal berakhirnya masa tugas gubernur lama, Dokter Zaini Abdullah, pada 25 Juni 2017,” demikian Frans Dellian. (her) (uri/ilati/sra/MU)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id