Hakim Periksa Saksi Ahli | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Hakim Periksa Saksi Ahli

Hakim Periksa Saksi Ahli
Foto Hakim Periksa Saksi Ahli

* Sidang Enam Nelayan Aceh Barat

MEULABOH – Majelis hakim Pengadilan Negeri Meulaboh, Aceh Barat, Jumat (12/5) melanjutkan sidang perkara dugaan pemakaian alat tangkap ikan trawl dengan enam terdakwa nelayan Aceh Barat. Saksi yang dihadirkan ke persidangan kemarin meliputi saksi dari nelayan, saksi ahli hingga saksi meringankan. Sidang diketuai Said Hasan SH dengan hakim anggota M Tahir SH dan M Al-Qudri SH.

Sedangkan JPU dari Kejari Aceh Barat dan panasehat hukum terdakwa dari LBH Pos Meulaboh. Enam terdakwa yang dihadirkan di persidangan yaitu M Mizar (34), Aliman (52), Erfin (36), Baktiar (37), Yuli Saputra (31) dan M Din (56). Saksi ahli yang diperiksa kemarin didatangkan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Drs T Raiful yang mengungkapkan bahwa alat tangkap yang digunakan nelayan merupakan alat yang dilarang oleh Undang-undang Perikanan.

Sementara enam saksi meringankan dari terdakwa meliputi Azhar, Samsul Darman, Mustafa, Maskur, Ali Akbar dan M Syukri yang menyampaikan bahwa keenam terdakwa merupakan nelayan tradisional yang sehari-hari mencari ikan untuk menutupi kebutuhan hidup keluarga mereka. Selain itu enam saksi juga menyatakan harapan kepada majelis hakim untuk membebaskan para terdakwa.

Sehari sebelumnya hakim juga memeriksa saksi petugas dari Polisi Pengairan (Polair) Polres Aceh Barat yakni Kasatpolair Polres Aceh Barat Iptu Slamet, Ipda TN Samosir, Bripka Amang Suryana, Briptu Hamdani dan Briptu Meri Ridwan. Keenam saksi ini menyatakan bahwa mereka mendapat laporan adanya nelayan menangkap ikan di wilayah laut Nagan Raya mengunakan alat tangkap yang dilarang sehingga petugas melakukan operasi penangkapan.

Masih Dikawal Ketat
Sidang enam nelayan Aceh Barat kemarin yang merupakan hari keempat masih berlangsung dalam pengawalan ketat puluhan aparat kepolisian Polres Aceh Barat. Puluhan nelayan serta keluarga terdakwa turut hadir memadati PN Meulaboh menyaksikan jalannya persidangan. Koordinator nelayan Indra Jeumpa berharap para terdakwa dibebaskan dari semua jeratan hukum.

Karena alat tangkap yang digunakan para terdakwa oleh pemerintah masih diberi dispensasi hingga enam bulan. Hal ini mengacu kepada surat edaran Menteri Kelautan dan Perikanan. “Kami memohon hakim membebaskan para terdakwa yang semuanya adalah nelayan kecil,” ujarnya.

Panglima Laot Lhok Padang Seurahet Anwar juga menyampaikan harapan serupa di sela menghadiri sidang kemarin. “Mereka hanya rakyat kecil yang melaut untuk menutupi kebutuhan sehari-hari keluarga,” ungkapnya.(riz) (uri/gie/iyadie/OR)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id