Tiga Pria Tewas dalam Laka Lantas | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Tiga Pria Tewas dalam Laka Lantas

Tiga Pria Tewas dalam Laka Lantas
Foto Tiga Pria Tewas dalam Laka Lantas

* Satu Meninggal Tersetrum

BANDA ACEH – Tiga pria, terdiri atas satu pria dewasa dan dua pelajar SMP, meninggal dalam kecelakaan lalu lintas (laka lantas) terpisah, masing-masing di Desa Blang Pulo, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe pada Selasa (9/5) malam dan di Peuniti, Kota Banda Aceh pada Rabu (10/5) siang. Sementara itu, seorang warga Keude Krueng Geukueh, Aceh Utara, tewas tersetrum listrik saat memperbaiki mesin pompa air di kamar mandi rumahnya, Rabu pagi.

Dalam musibah di Banda Aceh itu, dua pelajar SMPN 16 Peuniti yang baru selesai mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), meninggal di lokasi kejadian, setelah sepeda motor (sepmor) Honda Vario BL 3133 AF yang mereka kendarai menabrak pohon asam jawa di median jalan, tak jauh dari sekolah mereka, Rabu (10/5) sekitar pukul 12.00 WIB.

Kedua pelajar yang sama-sama kelahiran 2002 itu adlah Heri Rizki Putra Pratama (15), tercatat sebagai warga Jalan TM Thaib Lhong Raya, Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh, dan Muhammad Firdaus (15), merupakan warga Lorong Gladi Nomor 15, Simpang Surabaya, Banda Aceh.

Di lokasi kejadian, tepatnya di Jalan Taman Makam Pahlawan, Gampong Peuniti, Kecamatan Baiturrahman, polisi bersama sejumlah relawan RAPI dan warga yang menyaksikan kejadian itu menemukan dokumen kedua korban, berupa surat keterangan baru mengikuti UNBK di SMPN 16 Banda Aceh.

Berdasarkan data dan laporan yang diterima Serambi dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Banda Aceh, sepmor Vario itu dikendarai Heri Rizki Putra Pratama yang membonceng Muhammad Firdaus.

Kedua pelajar itu datang dari arah Simpang Taman Makam Pahlawan, menuju Simpang Peuniti (arah traffic light Kantor Keuangan) dengan memacu sepmor itu dalam kecepatan tinggi sambil mengangkat ban depan sepeda motor atau standing.

Bermula dari atraksi itulah sepmor Vario tersebut hilang kendali, sehingga langsung menabrak pohon asam yang berada di trotoar jalan. Kedua korban terbanting ke aspal dan mengalami luka berat di bagian kepala. Darah segar pun bercucuran di lokasi kejadian. Kedua pelajar SMP itu pun meninggal di tempat kejadian.

Kedua korban dievakuasi warga naik ambulans Rumah Sakit Pertamedika Ummi Rosnati (RSPUR) Banda Aceh yang kebetulan melintas di lokasi, langsung dilarikan ke RSU dr Zainoel Abidin Banda Aceh, ikut didampingi relawan RAPI, Saimun.

Sementara Dua relawan RAPI lainnya, Mulyadi dan Ketua RAPI Banda Raya, Munadi/JZ01BNR bersama aparat kepolisian juga ikut mengamankan lokasi kejadian, termasuk membakar genangan darah korban di badan jalan.

Dari Lhokseumawe dilaporkan, Tgk Abu Bakar (45), warga Batuphat Barat, Kota Lhokseumawe, Selasa (9/5) pukul 20.30 WIB tewas setelah badan dan kepalanya digilas ban tronton di Jalan Medan Banda Aceh, tepatnya di Desa Blang Pulo, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe.

Kala itu Abu Bakar dengan mengendarai sepmor Vario BL 572 NAB berangkat dari rumah hendak mengantar baju untuk anaknya yang sedang menimba ilmu di Pasantren Misbahul Ulum Paloh, kecamatan setempat.

Namun, sesampai di lokasi kejadian, ada sepmor lainnya di depan yang berhenti mendadak, sehingga Abu Bakar berupaya menghindar. Tapi sepmor yang dikendarai Abu Bakar masuk lubang hingga ia terjatuh.

Bersamaan dengan itu, datang tronton yang dikendarai Yusuf Suprapto (44) warga Medan, Sumatera Utara, dari belakang. Tanpa bisa dihindari lagi, badan dan kepala korban pun tergilas ban tronton. Korban dipastikan meninggal di lokasi kejadian.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Hendri Budiman, melalui Kapolsek Muara Satu AKP Ahmad Yani, menyebutkan, saat pihaknya mendapatkan informasi kejadian itu langsung turun lokasi untuk mengevakuasi korban dan mengatur jalur lalu lintas supaya tak terjadi kemacetan. “Selain itu, kita juga telah mengamankan tronton dan sepmor korban, selanjutnya kita serahkan ke Unit Laka Satlantas untuk proses hukum lanjutan,” demikian AKP Ahmad Yani.

Sementara itu, Aswandi (45) warga Keude Krueng Geukueh Aceh Utara, Rabu (10/5) sekitar pukul 09.30 WIB tewas akibat diduga kesetrum listrik saat memperbaiki mesin pompa air di kamar mandi rumahnya. Saat kesetrum, korban sempat terpental sekitar dua meter.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Hendri Budiman, melalui Kapolsek Dewantara AKP Pitriadi, menyebutkan, berdasarkan keterangan korban, kala itu pompa air di kamar mandi rumahnya sedang rusak. Korban berupaya memperbaiki sendiri. Tiba-tiba korban terpental sekitar dua meter dari lokasi dia berdiri. “Maka kuat dugaan korban terpental karena kestrum arus listrik,” katanya.

Tak lama setelah itu, istri Aswandi melihat suaminya sudah terjatuh, lalu ia beri tahu pada keluarganya yang lain. Selanjutnya korban dibawa ke Rumah Sakit Arun Batuphat Lhokseumawe. “Hasil pemeriksaan medis, dipastikan korban sudah meninggal,” ujar Kapolsek.

Berdasarkan fakta tersebut, Kapolsek Dewantara mengimbau seluruh masyarakat agar lebih berhati-hati ketika memperbaiki peralatan rumah tangga yang berarus listrik. Bahkan lebih baik lagi, langsung meminta teknisi yang mengerti tentang peralatan tersebut untuk memperbaikinya. (mir/nas/bah) (uri/nton/ariana/AM)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id