HMI Demo Ke Gedung DPRK Agara | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

HMI Demo Ke Gedung DPRK Agara

HMI Demo Ke Gedung DPRK Agara
Foto HMI Demo Ke Gedung DPRK Agara

* Tuntut Kasus OTT Dinkeas Dituntaskan

KUTACANE – Puluhan anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kutacane, Aceh Tenggara menggelar demonstrasi ke gedung DPRK, Rabu (10/5). Mereka menuntut kasus operasi tangkap tangan (OTT) pungutan liar (Pungli) perpanjangan kontrak kerja bidan pegawai tidak tetap (PTT) yang dilakukan oknum PNS Dinas Kesehatan Agara.

HMI Agara ini mengaku memiliki bukti surat pernyataan bidan PTT membayar Rp 4 juta untuk perpanjangan kontrak PTT, sehingga menduga masih ada tersangka lainnya. Kedatangan demonstran disambut Wakapolres Agara, Kompol Imam Asfali, Wakil DPRK Jamudin, Ketua Fraksi Golkar Hj Syamsiar, dan Ketua Fraksi Hanura, M Daud.

Koordinator aksi, Hendra mengatakan kasus OTT pungli Dinkes hanya dua orang yang dinyatakan terlibat, padahal diduga pasti ada tersangka lain, bahkan diduga menjadi korupsi berjamaah. “Kami memiliki bukti petunjuk yang bisa menjerat tersangka lain,” ujar Hendra dalam orasinya.

Menurut dia, perpanjangan kontrak bidan PTT itu dikoordinir dan terjaring dalam OTT mencapai Rp 3 juta/orang. Dia menyatakan berdasarkan hal itu, maka pihaknya meminta penyidik Tipikor Polres Agara untuk lebih jeli melakukan penyelidikan dalam menuntaskan kasus tersebut dan jangan terkesan terburu-buru menetapkan tersangka pungli.

Dia merasa yakin masih ada tersangka lainnya yang masih bebas berkeliaran. Menurut dia, kasus OTT pungli bidan PTT terjadi pada 28 Februari 2017 lalu dengan barang bukti Rp 119 juta, selain dokumen lainnya. Disebutkan, demo ini yang merupakan yang ketiga kalinya, seusai di Polres dan Kejari.

Dia menyatakan penyidik Kejari telah mengembalikan berkas OTT Pungli perpanjangan kontrak bidan PTT karena dinilai belum lengkap, seperti bukti pendukung lainnya yang tidak diajukan pihak penyidik Polres Agara. “Jika kasus ini tidak dituntaskan dan tidak bertambah tersangkanya, maka kami akan berdemo ke Polda Aceh,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Kompol Imam Asfali menegaskan kasus OTT akan dituntaskan dan saat ini sedang dikembangkan, bahkan dia berterima kasih kepada mahasiswa yang bersedia membantu tugas penyidik. Sedangkan Wakil Ketua DPRK Agara, Jamudin Selian, mengatakan, pihaknya yakin dan percaya kepada pihak penyidik Polres Agara, bahwa kasus OTT di Dinkes Agara akan dituntaskan.

Sebelumnya, puluhan mahasiswa itu juga melakukan demonstrasi ke Polres Agara, Sabtu (29/4). Mereka menuntut penuntasan kasus operasi tangkap tangan (OTT) pungutan liar (pungli) perpanjangan kontrak kerja bidan pegawai tidak tetap (PTT) yang dilakukan oknum PNS Dinas Kesehatan Agara.

Kedatangan demonstran disambut oleh Kapolres Agara, AKBP Edi Bastari dan Wakapolres Agara, Kompol Imam Asfali. Koordinator aksi, Hendra mengatakan dalam kasus OTT pungli Dinkes Agara, hanya dua PNS yang dijadikan tersangka, sehingga terindikasi ada yang ditutupi.(as) (uri/atih/artanto/RH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id