Cagub NasDem Diumumkan April | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Cagub NasDem Diumumkan April

Foto Cagub NasDem Diumumkan April

* Surya Paloh Targetkan Menang di 19 Wilayah

BANDA ACEH – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Nasional Demokrat (DPP NasDem) Surya Paloh mengatakan, pengumuman nama-nama calon kepala daerah dan wakilnya yang akan diusung dan didukung Partai NasDem maupun yang akan dimenangkan pada pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak pada 15 Februari 2017, masih harus menunggu hasil survei.

“Belum kita umumkan karena hasil surveinya belum ada. Untuk Aceh, jika surveinya pada bulan depan sudah ada hasilnya, maka pada April itu juga diumumkan kepada publik,” kata Surya Paloh dalam pidatonya seusai acara jamauan makan siang dengan anggota Muspida Aceh di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Kamis (9/3).

Jamuan makan siang dari Pemerintah Aceh untuk Ketua Umum DPP Partai NasDem bersama rombongannya itu, dihadiri Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan, Anggota DPR RI dari Partai NasDem asal Aceh, Prof Dr Bachtiar Aly MA, mantan menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Ir Azwar Abubakar MM, serta Sekda Dermawan MM mewakili Gubernur Aceh.

Gubernur Aceh tak hadir dalam jamuan tersebut, karena sedang berada di Jepang, sejak Senin (7/3) lalu.

Selain itu, hadir pula Asisten III Setda Aceh Syahrul Badruddin MSi, Ketua DPW Partai Golkar Aceh TM Nurlif, mantan Ketua DPW Partai Golkar Aceh yang kini menjabat Wakil Ketua I DPRA, Drs Sulaiman Abda MSi, Wakil Ketua II DPRA Irwan Djohan, Wakil Ketua III DPRA Dalimi SE dari Partai Demokrat, Ketua DPW Partai NasDem Aceh Zaini Jalil SH, dan beberapa tamu undangan lainnya.

Surya menegaskan, dalam pilkada gelombang kedua pada 15 Februari 2017, Partai NasDem menargetkan bahwa pasangan calon yang diusung dan didukung bisa menang mencapai 90 persen, termasuk pada pilkada di Aceh.

Jumlah daerah yang akan melaksanakan pilkada serentak di Indonesia pada Februari mendatang, sebut Surya, ada sekitar 101 wilayah. Dari jumlah itu, paling banyak di Aceh, yakni 21 wilayah. Terdiri atas 20 kabupaten/kota dan satu provinsi.

Dari jumlah itu, kata Surya, Partai NasDem menargetkan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang diusung atau didukung partai itu akan menang di 18-19 wilayah di Aceh.

“Kenapa saya katakan seperti itu, karena saya orang Aceh dan bisa memprediksi pasangan calon gubernur, wakil gubernur, bupati/wakil bupati, dan wali kota/wakil wali kota mana saja yang bisa menang pada pilkada nanti,” kata tokoh yang berasal dari Pidie ini.

Kedua, sebelum target itu dipasang, partainya sudah melakukan survei terhadap calon-calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang memiliki kapabilitas (kemampuan kepempimpinan, manajerial, komunikasi, diplomasi yang bagus) dan elektabilitas (dukungan) yang tinggi dari masyarakat, jika maju pilkada. Misalnya, untuk calon gubernur, kata Surya, ada beberapa nama yang disurvei NasDem untuk mengetahui tingkat kapabilitas dan elektabilitasnya di mata masyarakat. Calon gubernur yang akan diusung, didukung, dan dimenangkan pada pilkada nanti, kata Surya, tidak harus dari kader Partai NasDem. Bisa saja dari luar, seperti gubernur yang sedang menjabat atau wagubnya, mantan politisi, politisi yang sedang menjabat, birokrat, akademisi, pengusaha, dan lainnya.

Pedoman Partai NasDem, kata Surya, adalah hasil survei. Nama calon kepala daerah dan wakilnya yang kapabilitas dan elektabilitasnya tinggi di mata masyarakat, maka orang itulah yang akan mendapat prioritas menjadi calon kepala daerah dan wakil kepala daerah dari NasDem.

Surya berharap, figur yang dicalonkan dan yang banyak menang pada pilkada nanti, hendaknya berasal dari kalangan kader Partai NasDem sendiri. “Misalnya Saudara Zaini Jalil yang kini menjabat Ketua DPW Partai NasDem Aceh atau Profesor Bahctiar Aly, Anggota DPR RI dari Partai NasDem asal Aceh,” ujarnya menyebut contoh.

Jika dari kader sendiri yang menang, lanjut Surya, maka pada saat dia menjabat dan menjalankan pemerintahannya bisa dengan mudah melaksanakan program restorasi Partai NasDem untuk kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Aceh.

Tapi, jika dari hasil survei nanti nilai elektabilitas atau dukungan rakyat sangat tinggi terhadap calon kepala daerah yang berasal di luar NasDem, maka orang itulah yang akan diusung dan didukung NasDem ke ajang pilkada. “Misalnya, Dokter Zaini Abdullah yang kini menjabat gubernur dan telah menyatakan maju lagi dalam Pilkada 2017. Begitu juga Wagubnya, Muzakir Manaf, lewat partainya, yaitu Partai Aceh, mencalonkan diri menjadi calon Gubernur Aceh untuk periode 2017-2022. Berikutnya, Irwandi Yusuf, mantan gubernur Aceh yang juga mencalonkan diri kembali,” kata Surya Paloh.

Sementara itu, Sekda Aceh, Dermawan menyebutkan, Surya Paloh satu-satunya orang Aceh kini yang menjabat ketua umum partai di tingkat nasional, yakni Ketua Umum Partai NasDem.

Dalam pesannya, Gubernur Zaini Abdullah berpesan kepada Ketua DPP Partai NasDem yang disampaikan melalui Sekda Aceh Dermawan, rapat kerja yang dilakukan DPW Partai NasDem Aceh itu hendaknya bisa memberikan hasil positif bagi pembangunan Aceh kini dan ke depan. Sebab, kesadaran pembangunan politik masyarakat yang sehat dimulai dari program kerja parpol-parpol yang ada di daerah tersebut.

Gubernur berharap, parpol di Aceh bisa mengajarkan masyarakat untuk bisa berpolitik yang benar dan sehat. Sehingga iklim dan suhu politik di Aceh menjelang pilkada bisa tetap sejuk, aman, dan damai.

“Tidak perlu ada kegaduhan. Yang perlu kita ciptakan saat ini adalah keharmonisan antarpartai dengan masyarakat dan simpatisannya. Keharmonisan itu, akan menimbulkan nada-nada yang indah, sehingga akan melahirkan suara musik politik yang merdu dan enak untuk didengarkan rakyat. Inilah yang kami maksud dan inginkan agar iklim dan suhu politik di Aceh bisa terkendali menjelang pelaksanaan tahapan Pilkada 2017,” ujar Sekda Dermawan. (her) (uri/aradhia/ayanti/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id