Ironi dari Sukses Penas XV | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Ironi dari Sukses Penas XV

Ironi dari Sukses Penas XV
Foto Ironi dari Sukses Penas XV

Setelah berlangsung sejak Sabtu, 6 Mei 2017 pekan lalu, ajang silaturrahmi petani dan nelayan se Indonesia yang bertajuk Pekan Nasional (Penas) Petani-Nelayan XV, akhirnya resmi ditutup oleh Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah, Kamis (11/5) kemarin.

Ajang unjuk prestasi para petani dan nelayan yang dibuka secara resmi oleh Presiden RI, Joko Widodo itu, berlangsung sukses. Sedikitnya 35.000 orang peserta dari seluruh Indonesia, mengikuti rangkaian acara tersebut. Mereka ada yang datang dengan bus, namun ada juga yang menyewa pesawat secara khusus, seperti salah satu kontingen dari Sulawesi.

Manfaat ganda dari acara tersebut, bukan hanya sekadar hiburan dan tambahan pengetahuan, serta pengalaman dalam hal teknologi atau segala hal tetek bengek soal pertanian dan perikanan. Namun lebih jauh dari itu adalah ‘nikmat’ ekonomi yang didapat masyarakat hingga ke level bawah.

Mulai dari areal tanah yang disewa oleh Pemerintah Aceh untuk jadi kawasan agro wisata, hingga ribuan rumah penduduk yang menjadi lokasi penginapan para peserta dari seantero negeri nusantara ini. Selain itu tentu saja pemilik penginapan, sewa menyewa mobil hingga puluhan item non sektor ril yang keciprat rezeki. Penas XV benar benar mendatangkan berkah untuk semua, bukan hanya kalangan pengusaha, tapi juga rakyat jelata.

Dari sisi penyelenggaraan, Penas XV kali ini juga diapresiasi secara sangat positif oleh para tamu. Mereka memuji kerja panitia yang nyaris perfeck, termasuk para laiason officer (LO) yang dinilai profesional. Seorang peserta secara terbuka mengatakan Penas ke XV jauh lebih baik dengan ajang serupa sebelumnya. “Kami dijemput dan diantar dengan fasilitas bus, dan itu gratis. Satu hal yang tak pernah terjadi sebelumnya,” ujar seorang peserta dari Pontianak.

Sukses itu makin terasa ‘sah’, ketika tuan rumah Aceh, meraih gelar juara umum, Penas XV, seperti diumumkan saat penutupan, kemarin.

Hanya saja sukses itu tercoreng oleh ulah sekelompok orang yang bertingkah bar bar, ketika menggerebek sekaligus menjarah lahan pertanian. Tingkah itu mulai berlangsung sejak Rabu (10/5) malam, ketika aksi penjarahan telah dimulai.

Puncaknya, sejenak Penas ditutup, kemarin, penjarahan massal dilakukan. Semua berlangsung di depan mata para tamu dari daerah lain. Ada yang sekadar membawa batang cabe atau bunga matahari, karena jika memetiknya butuh waktu. Satu tingkah yang benar benar membuat miris!

Padahal saat penutupan, Gubernur Zaini Abdullah mengingatkan agar lokasi itu dipelihara dan dijadikan fasilitas agro wisata. Bahkan bisa saja dibangun fasilitas coffee atau resto, dengan view hamparan areal pertanian. Lebih dari itu, lokasi tersebut sudah disewa oleh Pemerintah Aceh hingga dua tahun ke depan.

Tingkah ala kuet pade reudok itu makin mensahihkan jika sebagian warga kita, tak punya sense untuk memelihara sebuah fasilitas umum. Lebih parah, jangan kan memelihara, malah menjarahnya seakan mengumpulkan harta pampasan perang. Inilah ironi dari sebuah rangkaian sukses Penas XV. Entah ini yang namanya gara gara nila setitik rusak susu sebelanga! (uri/homas/ebriani/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id