Anggota Banggar Pijay Temukan ‘Penumpang Gelap’ di Balik Dana Rehabilitasi | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Anggota Banggar Pijay Temukan ‘Penumpang Gelap’ di Balik Dana Rehabilitasi

Anggota Banggar Pijay Temukan ‘Penumpang Gelap’ di Balik Dana Rehabilitasi
Foto Anggota Banggar Pijay Temukan ‘Penumpang Gelap’ di Balik Dana Rehabilitasi

URI.co.id, MEUREUDU – Anggota Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie Jaya (Pijay) menemukan dua item ‎’Penumpang gelap’ dana Rehabilitasi dan Rekonstruksi dalam pembahasan di ruang Banggar dewan setempat, Rabu (10/5/2017).
 
Kedua item dana ‘Penumpang gelap’ itu berupa pembangunan ‎jembatan Lhok Puuk Kecamatan Panteraja Rp 10 miliar dan pembangunan/ Rebilitasi (Oprit) jembatan Gampong Sagoe, Kecamatan Trienggadeng Rp 2 Miliar yang tidak termasuk dalam katagori  rusak akibat bencana gempa pada 7 Desember 2016 lalu.  

Sehingga mendapat sorotan dan kecaman bagi anggota Banggar sebagai ‘Penumpang gelap’ dalam daftar pembahasan dana hibah Rehab rekon pasca gempa Rp 343,5 Miliar.

Praktis, situasi pembahasan  hajatan itu, yang turut  dihadiri Asisten II, Ir Jailani Beuramat, kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKKAD), Drs M Diwarsyah, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Dinas Pendidikan (Disdik), Dinas Kesehatan (Dinkes), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP),  dan Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) menjadi tegang setelah hal tersebut terungkap.

“Dari 25 item usulan aloksi dana hibah Rehabilitasi pasca gempa ditemukan dua item ‘Penumpang gelap’ berupa pembangunan jembatan Lhok Puuk Penteraja Rp 10 miliar dan Oprit jembtan Sagoe Trienggadeng Rp 2 miliar yang merupakan pembangunan baru dan  tidak termasuk dalam bencana gempa,”sebut Bustami HS kepada URI.co.id, Rabu (10/5/2017) petang usai pembahasan dana hibah.‎ 

Pembangunan konstruksi kedua jembatan tersebut tidaklah layak menggunakan dana hibah bencana gempa melainkan musti dialihkan kepada penanganan ruas jalan Gmpong Teuoin Peraho, Kecamatan Meureudu yang mengalami rusak parah akibat gempa dan pembangunan jembatan Rhieng Krueng yang menghubungkan dua kecamatan, Triengadeng dan Meureudu dengan kondisi telah rusak akibat bencana gempa.   (uri/leny/andraini/GC)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id