PAG Beri Keuntungan untuk Aceh Selamanya | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

PAG Beri Keuntungan untuk Aceh Selamanya

Foto PAG Beri Keuntungan untuk Aceh Selamanya

* Pertemuan dengan Komisi III DPRA

JAKARTA – PT Perta Arun Gas (PAG), perusahaan regasifikasi di Kota Lhokseumawe, akan memberikan keuntungan selamanya kepada Aceh. Hanya saja, sampai saat ini Pemerintah Aceh belum juga menyetorkan sahamnya sebesar 30% sebagaimana komitmen semula.

Presiden Direktur PT Perta Arun Gas, Teuku Khaidir mengatakan hal itu dalam pertemuan dengan Komisi III DPR Aceh di Kantor PAG, Gedung Patrajasa, Jakarta, Kamis (10/3).

“Aceh langsung mendapatkan pemasukan segera setelah modal sahamnya disetorkan. Keuntungan akan berlangsung selamanya, semasih usaha berjalan. Kalau dulu, PT Arun terbatas, hanya selama 40 tahun, tapi ini untuk selamanya,” ujar Teuku Khaidir meyakinkan.

Tapi Teuku Khadiri mengaku tak mengerti mengapa hingga kini Pemerintah Aceh belum juga menyetorkan sahamnya. “Barangkali Komisi III DPRA mengetahui apa sebabnya,” kata Khaidir.

Menurutnya, PAG tetap membuka diri terhadap masuknya saham Pemerintah Aceh kapan pun waktunya. Komisi III DPRA dalam pertemuan itu dihadiri Kautsar Muhammad Yus SHI, Sulaiman SE, Iberamsyah, Ir Hj Liswani, dan Murdani Yusuf.

Kautsar yang juga Ketua Fraksi Partai Aceh di DPRA itu mengatakan, pihaknya mendorong Pemerintah Aceh agar segera menyetorkan sahamnya kepada PAG. “Kami menemui PAG, antara lain, untuk mencari tahu masalah, mengapa Aceh belum juga menyetorkan sahamnya,” kata Kautsar.

Perta Arun Gas adalah perusahaan joint venture Pertamina Gas (Pertagas) dengan Pemerintah Aceh. Sesuai isi memorandum of understanding (MoU) antara Pemerintah Aceh dengan Pertamina, Pemerintah Aceh mendapat saham 30%, sedangkan Pertagas 70%.

Sulaiman SE mengatakan, dalam waktu dekat Komisi III DPRA akan mengundang Pemerintah Aceh dan PAG serta pihak terkait lainnya untuk melancarkan penyertaan modal Aceh dalam perusahaan tersebut. “Sekarang ini, Aceh praktis tak mendapatkan apa-apa dari hasil usaha tersebut. Ini kan merugikan Aceh,” kata Sekretaris Komisi III itu.

Sejauh ini PAG mendapatkan pasokan gas alam cair dari PT Tangguh, Papua. Setelah diregasifikasi di bekas kilang Arun, gas kemudian dialirkan ke Belawan, Sumatera Utara, melalui pipa yang dibangun sepanjang 340 km. Gas tersebut lalu didistribusikan ke PLN dan kawasan industri Medan.

“Gas tersebut sudah dimanfaatkan PLN dan kawasan industri di Medan. Sedangkan Aceh belum, karena kawasan industri Aceh belum berjalan,” kata Teuku Khadiri.

Menyinggung tentang rekrutmen tenaga kerja untuk PAG, Khaidir menjamin prosesnya berlangsung transparan dan adil. “Testing calon karyawan dilakukan oleh Unsyiah. Kita hanya mendapatkan hasilnya saja,” ujar Khaidir.

M Adli Abdullah SH MCL yang ditanya Serambi di Banda Aceh tadi malam tentang berapa seharusnya nilai nominal modal saham Pemerintah Aceh di PT PAG, menyebutkan bahwa saham 30% itu nilai nominalnya adalah Rp 45 miliar. “Soalnya, saat itu nilai per lembar saham belum ditentukan,” kata salah satu anggota Tim Penyusun Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2015 tentang Pengeloaan Bersama Minyak dan Gas Bumi di Aceh itu.

Tapi, menurut Adli, karena sudah berbilang tahun Pemerintah Aceh belum juga menyetorkan sahamnya yang 30% itu, sehingga sekarang skemanya boleh jadi berubah. Nominalnya bukan lagi Rp 45 miliar seperti yang disepakati awal, melainkan 30% itu dihitung dari tahun buku PT PAG yang nilainya saat ini sudah mencapai Rp 1,4 triliun.

Oleh karenanya, Adli bersaran, nilai nominal dari 30% saham yang harus disetorkan Pemerintah Aceh ke PT PAG itu perlu dinegosiasikan ulang oleh Pemerintah Aceh melalui Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh (PDPA) agar saham yang disetor tetap berdasarkan kesepakatan semula, yakni hanya Rp 45 miliar.

Apalagi, menurut Adli, PDPA kini sudah dibenahi manajemennya. “Hendaknya jangan terlalu banyak tauke bangku. Jangan juga semua orang mengatasnamakan Pemerintah Aceh atau pemerintah pusat, padahal ada kepentingan personal di dalamnya,” ujar Dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala ini. (fik/dik) (uri/syrafi/orat/AG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id