“Bukan 64 tapi 45 Orang” | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

“Bukan 64 tapi 45 Orang”

“Bukan 64 tapi 45 Orang”
Foto “Bukan 64 tapi 45 Orang”

BANDA ACEH – Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial sudah mengonfirmasi ke KBRI Kuala Lumpur tentang jumlah pasti warga Aceh yang ditahan di Port Klang, Selangor, sejak 2 Mei lalu. Setelah dilakukan pendataan ulang, ternyata dari 68 WNI orang yang ditahan itu hanya 45 orang yang merupakan warga Aceh, bukan 64 orang, sebagaimana diberitakan dalam empat hari terakhir.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Sosial Aceh, Drs Alhudri MM, saat menjadi narasumber eksternal dalam talkshow interaktif membedah Salam (Editorial) Serambi di Radio Serambi FM 90,2 MHz, Selasa (9/5) pagi. Narasumber internal dalam talkshow ini adalah Nasir Nurdin, Wakil Redpel Harian Serambi Indonesia.

Data terbaru itu diperoleh Alhudri dari Dahlia, Staf KBRI Kuala Lumpur. “Sebelumnya data WNI yang ditahan belum dipilah. Tapi setelah kita minta ke KBRI Kuala Lumpur, akhirnya dipastikan hanya 45 orang yang merupakan warga Aceh dari 68 orang yang ditahan. Selebihnya warga dari provinsi lainnya di Indonesia, termasuk empat orang awak boat yang merupakan non-Aceh,” sebut Alhudri sambil menegaskan bahwa Gubernur Aceh sangat serius menanggapi persoalan tersebut. “Pak Gubernur memerintahkan kami melakukan berbagai upaya untuk bisa memulangkan warga Aceh yang ditahan di Port Klang,” tandas Alhudri.

Pemerintah Aceh, katanya, terus mengupayakan pemulangan warga Aceh yang ditahan itu melalui koordinasi dengan KBRI. Namun, karena menyangkut hukum di negara lain, tentu saja perlu proses sesuai dengan aturan yang berlaku di Malaysia. Yang pasti, lanjutnya, Pemerintah Aceh tak tinggal diam terhadap persoalan ini.

“Aceh sedikit diuntungkan, karena punya hubungan emosional dengan Malaysia. Jadi, kita berharap pihak keluarga bersabar, mudah-mudahan menyambut puasa ini mereka bisa berkumpul bersama keluarga,” ujar Alhudri pada acara talkshow radio yang dipandu oleh host, Vheya Artega itu. (mir) (uri/aradhia/ayanti/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id