Aceh Dapat Kuota Impor 100.000 Batang Bibit Kurma | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Aceh Dapat Kuota Impor 100.000 Batang Bibit Kurma

Aceh Dapat Kuota Impor 100.000 Batang Bibit Kurma
Foto Aceh Dapat Kuota Impor 100.000 Batang Bibit Kurma

* Didatangkan dari Inggris

BANDA ACEH – Kementerian Pertanian memberikan kuota impor bibit kurma unggul dengan sistem kultur jaringan dari Inggris untuk Aceh sebanyak 100.000 batang melalui PT Nasabe.

“7.000 Batang bibit kurma yang diimpor dari Inggris itu sudah dipasarkan di berbagai provinsi, meliputi Aceh, Sumatera Utara, Riau, Pulau Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi,” kata importirnya, Mahdi Muhmmad SE kepada Serambi di lokasi Pameran Gelar Teknologi Pertanian Penas KTNA XV di belakang Stadion Harapan Bangsa Lhong Raya, Kota Banda Aceh, Selasa (8/5).

Menurut Mahdi, bibit kurma yang dipamerkan dan dijual di lokasi pameran KTNA itu ada dua jenis. Pertama, bibit kurma dari hasil penanam melalui biji. Kedua, bibit kurma dari hasil proses perkawinan melalui kultur jaringan yang diimpor dari Inggris.

Bibit kurma yang berasal dari biji, harganya tak begitu mahal, hanya Rp 300.000/batang. Tapi bibit kurma dari hasil proses kultur jaringan daun, harganya mencapai Rp 700.000/batang.

“Harganya agak mahal, karena semua orang juga tahu bahwa proses untuk menghasilkan bibit unggul dari sistem pembibitan kultur jaringan melalui daun sangatlah sulit. Jadi, wajar saja kalau harganya sedikit lebih tinggi dibanding bibit yang diproses melalui biji,” kata mantan bankir itu.

Kelebihan membeli bibit kurma yang dihasilkan melalui kultur jaringan daun, lanjut Mahdi, meski sedikit mahal harganya, tapi pembeli puas, karena bibit kurma yang dibelinya itu betina dan akan berbuah.

Tapi bibit kurma yang dihasilkan melalui penananam bijinya, ulas Mahdi, belum bisa dipastikan bibit yang dibeli itu betina dan bisa berbuah. “Kalau yang terbeli jantan, maka tak bisa menghasilkan buah,” imbuhnya.

Kurma, lanjut Mahdi, memang jenis tanaman keras yang hidup di gurun pasir atau daerah tropis. Nah, karena Indonesia termasuk daerah tropis atau musim kemaraunya panjang, maka tanaman itu bisa hidup dan berbuah lebat di Indonesia.

Di Inggris saja, negeri empat musim, tanaman kurma hidup subur dan berbuah banyak.

Sekarang ini, ungkap Mahdi, penduduk India pun banyak yang menanam kurma. “Letak India dekat dengan Aceh, masa kita tak mau menanam kurma? Bukankah setiap menjelang Ramadhan, banyak kurma yang dipasarkan di Indonesia hingga ke Aceh, sebagain besar dari India, bukan dari Arab Saudi,” ungkapnya.

Bahkan negara-negara di Eropa sekarang ini, seperti Inggris dan lainnya, sudah banyak yang buka kebun kurma dalam jumlah sangat luas, mencapai puluhan ribu hektare. Tujuannya, saat musim kurma menurun di Arab, maka merekalah yang akan menjadi negara produsen dan eksportir kurma terbesar di dunia, bukan lagi Arab.

Momen Penas Petani-Nelayan XV ini, kata Mahdi, dijadikannya sebagai sarana untuk mempromosikan bibit kurma impor kepada 35.000 peserta Penas dari 34 provinsi yang sedang berkumpul di arena Penas KTNA XV.

Amin, penduduk Lueng Bata, Banda Aceh yang ditanyai Serambi mengatakan, ia membeli sepuluh batang bibit kurma untuk ditanam di depan rumah. Kurma banyak khasiatnya dan sudah dijelaskan dalam Alquran. “Kalau selama ini di halamn rumah ada tanaman mangga, sawo, jambu, dan lainnya, sekarang ditambah kurma,” ujarnya.

Usia tanaman kurma itu, kata Amin, cukup panjang mencapai 100 tahun. “Jadi, kalau kita tanam sekarang, dua generasi dan anak cucu kita ke depan bisa menikmatinya. Bibit kurma yang dibeli ini, waktu 3-4 tahun bisa berbuah. Mudah-mudahan saja, buah kurma ini bisa saya nikmati,” ujarnya.

Ungkapan senada juga dilontarkan Ahmad, penduduk Blang Bintang, Aceh Besar. Ia beli bibit kurma 20 batang, karena sebelumnya sudah ia lihat ada 1.500 batang tanaman kurma jenis yang sama ditanam di kawasan Lembah Babate, Blang Bintang.

Tanaman kurma tumbuh subur dan beberapa batang sudah berbunga. Harga bibitnya lumayan mahal, antara Rp 300.000-Rp 700.000/batang. Tapi baginya tak begitu jadi masalah. Yang penting, kalau nanti sudah berbuah, menjadi prestise tersendiri baginya, karena pohon kurma sudah bisa hidup di halaman rumah dan kebun belakang rumahnya. (her) (uri/atih/artanto/RH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id