Kepala SD Lambaro Angan Bantah Keluarkan Murid | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Kepala SD Lambaro Angan Bantah Keluarkan Murid

Kepala SD Lambaro Angan Bantah Keluarkan Murid
Foto Kepala SD Lambaro Angan Bantah Keluarkan Murid

BANDA ACEH – Kepala SD Negeri Lambaro Angan, Indra Zahari MPd membantah tudingan yang menyatakan dirinya telah mengeluarkan salah satu muridnya, IAN (7) dari sekolah tersebut. Menurutnya, IAN bukan dikeluarkan melainkan dipindahkan ke sekolah lain lantaran orang tuanya, Abdullah mengatakan SDN Lambaro Angan tidak benar.

“IAN dipindahkan ke sekolah lain yang lebih baik karena berdasarkan pernyataan Abdullah, sekolah kami tidak benar, guru tidak bertanggungjawab, pukul 11.00 WIB guru sudah pada pulang dan murid diabaikan,” kata Indra kepada Serambi, Selasa (9/5) di Kantor Serambi Indonesia, di Desa Meunasah Manyang, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar.

Kedatangan Indra juga didampingi beberapa guru dan Ketua serta Sekretaris Kobar GB, Sayuti Aulia dan Husniati Bantasyam. Pernyataan itu disampaikan karena tidak menerima tudingan Abdullah yang terkesan menyudutkan sekolah mereka karena pernyataan Abdullah tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.

Persoalan itu berawal seorang siswi kelas IIb, IAN mengalami sakit perut pada Jumat 24 April lalu. Guru yang mengetahui hal tersebut langsung membawa ke kentor guru untuk ditangani serta dioleskan obat (minyak kayu putih) oleh seorang guru bernama Rahmati. Sesaat kemudian kondisi IAN berangsur pulih. Ketika ditawarkan untuk diantar pulang, IAN menolaknya.

Tetapi, versi Abdullah orang IAN kepada Serambi Jumat (5/4) mengatakan, putrinya memiliki riwayat penyakit lambung dan sering masuk angin. Hingga bel tanda pelajaran selesai berbunyi, lanjutnya, IAN dibiarkan saja duduk di ruang guru tanpa diobati. Wali kelasnya juga tidak memberitahu orang tua bahwa IAN sedang sakit.

Karena kecewa dengan pihak sekolah, Abdullah akhirnya bertemu Kepala SD Indra Zahari pada Rabu (26/4). “Saya katakan ini yang pertama dan terakhir saya lapor ke sekolah, kalau ke depan terjadi lagi maka saya akan lapor pihak berwajib,” ujar Abdullah, dan meyakini akibat ucapannya itu Kepsek tersinggung dan mengeluarkan putrinya dari sekolah pada 27 April.

Menurut Indra, justru Abdullah membentak-bentak guru dan menyatakan guru tidak bertanggung jawab dan mengabaikan anaknya. Anehnya, hal itu dipersoalkan Abdullah setelah empat hari anaknya sakit perut bukan hari pertama atau kedua. Padahal, IAN sejak hari pertama sudah pulih dari sakit perut dan pulang seperti biasa.

Ironinya lagi saat itu Abdullah sendiri juga menyetujui anaknya dipindah ke sekolah lain, tapi belakangan Abdullah melaporkan pihak sekolah ke Polda Aceh, Dinas Pendidikan, dan Ombudsman RI Perwakilan Aceh. “”Kalau Abdullah tidak meminta maaf kepada pihak sekolah dalam waktu satu minggu, maka kami juga akan melaporkan Abdullah pada pihak berwajib soal pencemaran nama baik,” tegas Ketua Kobar GB Aceh, Sayuti Aulia.(mas) (uri/homas/ebriani/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id