Nanas Madu di Penas, Si Manis Jumbo dari Riau | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Nanas Madu di Penas, Si Manis Jumbo dari Riau

Nanas Madu di Penas, Si Manis Jumbo dari Riau
Foto Nanas Madu di Penas, Si Manis Jumbo dari Riau

NANAS, buah asli Benua Amerika ini cukup populer dan digandrungi masyarakat tanah air. Tak heran, citarasanya membuat buah berkulit sisik ini banyak dicari. Buah bernama latin Ananas comosus ini lazim diolah sebagai cemilan maupun dimakan mentah.

Stan Riau yang ikut meramaikan Pekan Nasional (Penas) Petani-Nelayan XV mencuri perhatian pengunjung lewat nanas madu. Nanas jumbo ini mejeng di kedua sisi stan, lengkap dengan daun dan akarnya. Ukurannya terlihat kontras dengan nanas yang biasa dijumpai. Buah berjulukan ‘king of fruit’ yang dipajang ini masuk dalam varietas nanas madu gemilang. Selain ukurannya yang besar, buah asli Kabuputen Rokan Hilir, Riau tersebut mempunyai citarasa yang cenderung manis.

Adalah Suristo, petani setempat yang membudidayakan nanas madu di Desa Kempas Jaya, Kecamatan Indragiri Hilir, Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Satu hektare (Ha) lahan bisa menghasilkan 120 ton nanas dengan masa tanam 10-12 bulan. Di tempat asalnya, masa puncak panen berlangsung antara Agustus-September.

“Nanas madu gemilang ini merupakan nanas asli Rokan Hilir dan sudah diekspor. Selain selai, biasa juga dibuat dalam bentuk manisan,” terang Pendamping Petani dari Dinas Pertanian Kabupaten Rokan Hilir, Irwandi kepada Serambi di lokasi Penas Petani-Nelayan XV, Stadion Lhoong Raya, Banda Aceh, Selasa (9/5).

Ia menyebutkan, di daerah asalnya, nanas madu itu dilepas seharga Rp 20 ribu per buah. Sementara saat diboyong ke arena Penas, nanas tersebut pernah ditawar pengunjung seharga Rp 250 ribu. Lengkap dengan batang dan akarnya yang masih utuh. Sebuah angka yang cukup fantastis untuk ukuran buah lokal.

Nanas madu memang menjadi komoditas unggulan kabupaten yang berjuluk ‘Negeri Seribu Kubah’ itu. Sehingga meskipun berasal dari varietas yang sama, namun menghasilkan citarasa yang berbeda jika ditanam di daerah lain. Nanas madu telah menjadi ikon Rokan Hilir dan menjadi buah tangan khas kabupaten itu. Konon jika puncak panen tiba, maka di sepanjang pesisir jalan lintas yang menghubungkan Kota Dumai dengan Kabupaten Rokan Hilir, terlihat jejeran pedagang yang menjajakan buah berkulit sisik itu. Kini buah yang dalam Bahasa Inggris bernama pineapple itu mejeng dan menjadi primadona di perhelatan akbar petani-nelayan seluruh Indonesia. Saatnya buah lokal naik kelas. (nurul hayati) (uri/ngbert/atoel/EL)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id