Dinsos Batal Eksekusi 11 Rumah Duafa | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Dinsos Batal Eksekusi 11 Rumah Duafa

Dinsos Batal Eksekusi 11 Rumah Duafa
Foto Dinsos Batal Eksekusi 11 Rumah Duafa

* Diduga Dihuni Warga tak Berhak

BLANGPIDIE – Dinas Sosial Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) batal melakukan eksekusi untuk mengosongkan 11 penghuni rumah sehat sederhana untuk kaum duafa di Desa Pante Cermin, Kecamatan Manggeng yang dinilai dihuni warga tidak berhak. Pembatalan tersebut terjadi setelah adanya intruksi bupati Abdya terkait permintaan masyarakat yang meminta dilakukan verifikasi ulang terhadap 31 penghuni rumah duafa tersebut.

“Pengosongan batal kita lakukan, dengan pertimbangan akan dilakukan verifikasi ulang, sesuai arahan bupati agar dilakukan verifikasi ulang,” kata Plt Kepala Dinas Sosial Abdya Amri AR ST kepada wartawan sesuai melakukan negosiasi dengan warga yang turut dihadiri Wakapolres Abdya Kompol Edy Bagus Sumantri SIK dan anggota DPRK Abdya, Selasa (9/5).

Namun, kata Amri, sebelum dilakukan verifikasi ulang, 31 penghuni rumah duafa akan membuat surat pernyataan, sehingga apapun hasil verifikasi ulang, para penerima harus menerima keputusan tim tersebut. “Kalau hasil verifikasi ulang mereka duduk ya duduk, kalau hasilnya tidak, ya mereka harus keluar, sehingga tidak ada lagi pengosongan,” katanya.

Amri berjanji akan melakukan verifikasi ulang terhadap para penerima rumah duafa yang ada di Abdya. Namun, verifikasi ulang itu diprioritaskan di Desa Pante Cermin, Kecamatan Manggeng. “Intinya, seluruh penerima rumah duafa di Abdya akan kita lakukan verifikasi ulang,” tegasnya. Saat ditanyai terkait adanya permintaan warga agar melibatkan anggota DPRK dalam tim verifikasi ulang, Amri mengaku akan mempertimbangkan permintaan tersebut. Namun diharapkan dalam verifikasi ulang nantinya, seluruh penghuni harus menerima keputusan tim.

Pantaun Serambi di lokasi tersebut, tampak hadir puluhan anggota Satpol PP dan TNI/Polri, Kabag Ops AKP Awang Bayu, Kasat Shabara, Kasat Reskrim, Kapolsek Manggeng, Camat Manggeng dan Danramil Manggeng serta sejumlah pegawai dari Dinas Sosial Abdya.

Menurut Plt Kepala Dinas Sosial Abdya Amri AR rencana pengosongkan 11 rumah duafa tersebut karena para penghuninya tidak masuk dalam SK Bupati Abdya Nomor 203 tahun 2017 tentang penetapan kepala keluarga penerima rumah sehat sederhana dalam wilayah Kecamatan Manggeng. Selain itu, 11 penghuni yang menempati rumah itu tanpa sepengetahuan dinas. “Kenapa 11 rumah itu dikosongkan? Karena surat teguran sudah tiga kali kita layangkan, tapi tidak dihiraukan, makanya harus dikosongkan,” sebutnya.

Sementara itu, Eli Suparman (35) perwakilan 11 penghuni rumah duafa meminta agar tim verifikasi ulang harus independen dan melibatkan anggota DPRK Abdya. “Jika itu sudah dilakukan (membentuk tim verifikasi), dan kami dinilai tidak layak mendapatkan rumah ini, kami siap keluar,” kata Eli Suparman.(c50) (uri/inaldy/eryance/RG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id