Dana Hibah Mulai Dibahas | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Dana Hibah Mulai Dibahas

Dana Hibah Mulai Dibahas
Foto Dana Hibah Mulai Dibahas

* Untuk Rehab-Rekons Pascagempa Pijay

MEUREUDU – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie Jaya (Pijay) menjadwalkan pembahasan penggunaan dana hibah dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebesar Rp 343,511.900.000 untuk rehab-rekons pascagempa di kabupaten ini, pada Rabu (10/5) dengan memanggil sejumlah pimpinan instansi terkait.

“Penggunaan dana hibah ini akan dibahas secara terperinci dan terukur. Sehingga tidak memunculkan kesenjangan sosial di tengah masyarakat nantinya,” kata Ketua DPRK Pijay, Armia Harun, Selasa (9/5).

Pihak-pihak yang diundang ikut membahas penggunaan dana hibah ini antara lain, Dansatgas Bencana Pemkab Pijay, H Said Mulyadi SE MSi, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Dinas Pendidikan (Disdik), Dinas Kesehatan (Dinkes), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKKAD).

Rencananya, dana hibah untuk rehab-rekons ini akan memfokuskan pembangunan rumah warga yang hancur akibat gempa, dengan wacana alokasi sebesar 50 persen atau Rp 171.755.950.000, dari jumlah dana hibah Rp 343.511.900.000. “Sisanya, 50 persen lagi digunakan untuk pembangunan insfrastruktur jalan, jembatan, dan saluran irigasi,” jelasnya.

Seperti diketahui, Pemkab Pijay menerima dana hibah sebesar Rp 343.511.900.000 untuk rehabilitasi dan rekontruksi pascagempa yang melanda Pidie Jaya, Pidie, dan Bireuen pada Desember 2016 lalu. Untuk Kabupaten Pidie dan Bireuen juga menerima dana bantuan dari Kementerian PU-PR sebesar Rp 161 miliar.

Sistem pelaksanaan pekerjaan rehab-rekons yang menggunakan dana hibah ini tetap menganut sistem pelelangan satu atap, atau melalui Lembaga Pelelangan Sistem Elektronik (LPSE) yang diumumkan melalui Website Pemkab Pijay. Pemkab juga melibatkan konsultan manajemen pelaksanaan, hingga pelaporan, terhadap realisasi serapan dana dalam pelaksanaannya.

Sementara, pelaksanaan pengerjaannya akan diawasi secara ketat oleh Unit Layanan Pelelangan (ULP), termasuk melibatkan Satgas Bencana yang diharapkan mengawal secara kontinyu dan menampung setiap keluhan warga terkait mutu pekerjaan. “Sehinggga realisasi serapan dana tidak menuai masalah, dan dana hibah tahap selanjutnya bisa direalisasikan hingga dua tahun berikutnya,” jelas Ketua DPRK Pijay, Armia Harun.

Dana hibah dari pemerintah pusat ini sebenarnya sudah diserahkan sejak 29 Maret 2017, oleh Dirjen Perimbangan Keuangan RI, Budiarto Teguh Widodo yang diterima Bupati Pijay, Aiyub Abbas di gedung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat, di Jalan Pramuka Raya, Jakarta.

Namun dana tersebut belum bisa digunakan hingga saat ini, karena pemerintah harus merincikan kembali porsi anggaran yang akan dikelola sejumlah kementerian. Sehingga alokasi dana tidak tumpah-tindih.

Dari daftar alokasi rincian anggaran belanja rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa Pijay tahun 2017 itu, diprioritaskan pada bidang perumahan berupa bantuan stimulan rumah rusak berat, bantuan stimulan rumah rusak, dan konsultan manajemen pendampingan rumah rusak.

Selanjutnya dana tersebut juga difokuskan untuk membangun insfrastruktur jembatan kabupaten. Yaitu, jembatan Gampong Sagoe di Kecamatan Trienggadeng, jembatan Lhok Puuk di Kecamatan Panteraja, dan jembatan Drien Bungoeng di Kecamatan Bandar Dua.

Sementara pembangunan irigasi dialokasikan untuk tujuh saluran. Yaitu saluran irigasi Gaharu, Drien Bungoeng, Ulee Gle, saluran skunder Alue Sane, Lhok Sandeng, Lhok Sandeng, dan Beuracan.

Kerusakan prasarana dan sarana akibat gempa Pijay, kemarin juga ditinjau oleh Wakil Ketua DPRA, Drs H Sulaiman Abda untuk melihat kondisi jalan dan jembatan di Gampong Sagoe, Kecamatan Trienggadeng, yang rencananya direhab menggunakan dana hibah rehab-rekons.

Sementara, jembatan Pangwa yang juga nyaris runtuh di Kecamatan Meureudu, akan ditangani oleh Pemerintah Aceh melalui Dinas Bina Marga. “Dinas Bina Marga kami minta menangani jembatan Pangwa, sebelum jatuh korban jiwa,” katanya.

Kabid Bina Marga di Dinas PU Pidie Jaya, Rizal Fikar ST, menambahkan, puluhan meter badan jalan yang amblas di Gampong Sagoe ini sudah pernah ditangani secara darurat. Untuk menormalisasi jalan dimaksud, Dinas PU Pijay sudah melaporkan ke Dinas Bina Marga Aceh. “Karena statusnya jalan provinsi, penanganan pun akan dilakukan oleh pemerintah provinsi,” ungkapnya.(ag) (uri/wi/ovi/ovianti/DNN)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id