20 Oknum TNI Diproses Hukum, Danyon Minta Maaf | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

20 Oknum TNI Diproses Hukum, Danyon Minta Maaf

20 Oknum TNI Diproses Hukum, Danyon Minta Maaf
Foto 20 Oknum TNI Diproses Hukum, Danyon Minta Maaf

MEULABOH – Komandan Bataliyon Infanteri (Danyonif) 116 Garda Samudera, Letkol Infanteri Wahyu Ramadhanus memastikan pihaknya tetap memroses secara hukum sejumlah oknum prajurit TNI yang diduga kuat terlibat pemukulan dan penganiayaan seorang siswa dan seorang warga lainnya di Jalan Sultan Iskandar Muda, Meulaboh, Minggu (7/5) dini hari.

Kepastian tersebut disampaikan Letkol Wahyu didampingi Dandim 0105 Aceh Barat, Letkol Inf Herry Riana Sukma dalam konferensi pers di Makodim 0105, Senin (8/5) sore.

Seperti diberitakan, Ilham Vijayadi (16), siswa SMAN 5 Meulaboh, Minggu (7/5) jelang dini hari dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh dalam kondisi babak belur karena diduga dikeroyok oleh sekitar 20 pria berambut cepak dan diduga oknum anggota sebuah institusi keamanan.

Selain Ilham, seorang warga sipil lainnya yakni Orian Saputra juga menjadi korban aksi kekerasan yang dilakukan oknum yang belum diketahui identitasnya tersebut sehingga menyebabkan korban mengalami bengkak di beberapa bagian tubuh serta satu unit hp miliknya juga dirusak pelaku.

“Intinya permasalahan ini (pengeroyokan) sudah dalam proses hukum. Tidak ada toleransi, yang bersalah pasti dihukum,” tegas Letkol Wahyu pada konferensi pers tersebut.

Ia menegaskan, hingga kini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini, seraya mencari siapa pelakunya guna diproses secara hukum di Mahkamah Militer sesuai dengan tingkat kesalahan yang diperbuat nantinya.

Letkol Wahyu Ramadhanus belum bisa memastikan berapa jumlah anggota TNI yang diduga bersalah dalam kasus tersebut. “Persoalan ini sudah dilaporkan ke atasan,” tambahnya.

Ia juga menegaskan, seluruh pelaku (prajurit TNI) yang terlibat dalam kasus ini tetap diproses hukum supaya nahtinya tidak terjadi lagi hal-hal yang tak diinginkan. TNI juga menanggung seluruh biaya pengobatan terhadap korban pemukulan (Ori dan Ilham) serta mengganti hp milik Ori yang dirusak pelaku.

Sebelumnya, Letkol Wahyu Ramadhanus juga menjelaskan peristiwa itu berawal dari kecelakaan lalu lintas yang kebetulan pengendara sepeda motor menabrak seorang anggota TNI yang sedang menjemput rekannya dan melintas di Jalan Sultan Iskandar Muda, Meulaboh, Minggu (7/5) sekira pukul 00.30 WIB.

Kebetulan di jalan ini sedang ada balapan liar sehingga salah satu pelaku balap liar menabrak anggota bataliyon yang sedang mengendarai sepeda motor hingga pingsan.

Kebetulan di lokasi kejadian, terdapat sejumlah anggota TNI sehingga berusaha menolong korban yang jatuh. Karena insiden ini diduga terdapat kesalahpahaman sehingga menyebabkan banyak kerumunan. “Tak mungkin prajurit berbuat tanpa ada penyebabnya. Saya meminta masalah ini tak perlu dibesar-besarkan. Saya juga mohon maaf atas kejadian ini,” kata Letkol Wahyu.

Meski persoalan ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan antara institusi TNI dengan keluarga korban serta sudah saling minta maaf, Wahyu menegaskan masalah ini tidak hanya selesai di sini saja. Akan tetapi, antara TNI dengan keluarga korban akan terjalin persaudaraan yang lebih akrab dengan menambah hubungan keluarga yang lebih dekat.

Ia juga menyampaikan kepada seluruh warga di Aceh Barat supaya ke depan tidak ada lagi aksi balap liar yang berakibat fatal bagi anggota TNI maupun masyarakat sipil lainnya.

Sementara itu, Dandim 0105 Aceh Barat, Letkol Infanteri Herry Riana Sukma mengatakan atas kejadian ini pihaknya ke depan akan lebih meningkatkan lagi komunikasi dengan jajaran pemerintah daerah, Forkompimda serta masyarakat dan media.

Khusus terhadap balap liar yang selama ini sering berlangsung di Jalan Sultan Iskandar Muda Meulaboh, Dandim berjanji akan berkomunikasi dengan jajaran terkait. Dandim juga berjanji akan terus meningkatkan dan membina hubungan harmonis dengan masyarakat.

Kuasa Hukum Orian Saputra, Putra Pratama Sinulingga SH dalam konferensi pers, kemarin, mengatakan pihaknya mengapresiasi sikap dari institusi TNI (Yonif 116 Garda Samudera dan Kodim 01015 Aceh Barat) yang menuntaskan persoalan ini dengan cepat serta melahirkan solusi terbaik.

Ia juga berterima kasih kepada TNI yang bersedia mengganti hp seorang korban yang dirusak serta bersedia menanggung biaya pengobatan terhadap korban. “Kita sudah sepakat masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan. Namun pelaku tetap harus diproses hukum,” katanya.

Menurut Putra, proses hukum terhadap prajurit TNI yang bersalah harus dilakukan, supaya tidak terjadi lagi hal-hal yang tak diinginkan di kemudian hari.

Sedangkan korban pemukulan Iham Vijayadi juga sepakat berdamai dengan kasus ini. Ia bersama keluarga termasuk orangtuanya sepakat tak mau memperpanjang persoalan ini serta memilih untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.(edi) (uri/inaldy/eryance/RG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id