GeRAK: Usut Aktor Utama | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

GeRAK: Usut Aktor Utama

GeRAK: Usut Aktor Utama
Foto GeRAK: Usut Aktor Utama

Koordinator Gerakan Antikorupsi (GeRAK) Aceh, Askhalani, mengapresiasi kerja keras penyidik Kejari Banda Aceh yang membongkar kasus megakorupsi mobil pemadam kebakaran (damkar) modern milik Pemko Banda Aceh dengan kerugian Rp 4,7 miliar. Tetapi, ia juga meminta Kajari Banda Aceh untuk mengusut aktor utama di balik kasus itu.

“Hasil kroscek lapangan, aktornya adalah perantara antara kolega di pendopo dengan dinas pengusul dari Kota Banda Aceh. Orang ini yang menyetting semua, termasuk dugaan kedekatan antara kontraktor tersebut dengan orang di Pendopo Gubernur Aceh,” katanya kepada Serambi di Banda Aceh, Senin (8/5), menanggapi penahanan empat tersangka dugaan korupsi damkar senilai Rp 17,5 miliar itu.

Ia menyatakan bahwa kerja penyidikan yang dilakukan dan mendapat supervisi dari KPK adalah sebuah langkah maju dalam membongkar megakorupsi pengadaan mobil damkar.

Menurutnya, ini sebuah langkah maju sebagai bentuk upaya serius memberantas korupsi dengan berkolaborasinya penegakan hukum antara Kajari banda Aceh bersama KPK dan dibantu BPKP Perwakilan Aceh.

“Kita juga mendukung Kajari untuk membuka nama aktor lain yang ditengarai terlibat aktif dalam melobi proyek, mengarahkan pemenangan proyek, serta dugaan aktor utama yang meraup untung besar dari proyek ini untuk dibuka secara terang benderang,” ujarnya.

Berdasarkan kajian GeRAK Aceh terhadap korupsi damkar ini ditemukan adanya dugaan keterlibatan pihak swasta lain yang memengaruhi kebijakan saat proyek ini ditender. Bahkan, kata Askhalani, ditengarai pihak ketiga inilah yang merupakan aktor utama dalam mendorong perusahaan PT Dhezan Karya Perdana menang dalam proses pengadaan barang dan jasa.

“Kita cukup sadar bahwa ini merupakan tugas berat yang harus dibuka oleh Kajari, sebab keterlibatan para pihak yang sudah ditetapkan tersangka dan ditahan adalah merupakan aktor kunci yang mampu membuka keterlibatan pihak lain yang ikut menikmati proyek tersebut,” ulas putra Aceh Barat Daya ini.

Dia tambahkan, hasil temuan pihaknya cukup menguatkan bahwa ada tarik-menarik kepentingan yang sangat besar saat program ini diusulkan, di mana posisi perusahaan yang akan memenangkan tender memang sudah didesain sejak awal.

“Makanya kasus ini cukup menarik dibuka luas, terutama untuk memberikan rasa keadilan serta menyelamatkan uang negara dari para pihak yang menjadi makelar besar dalam kasus pengadaan damkar Kota Banda Aceh,” kata Askhalani. (mas) (uri/nton/ariana/AM)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id