Suplai Air 20 Ha Sawah Terhenti | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Suplai Air 20 Ha Sawah Terhenti

Suplai Air 20 Ha Sawah Terhenti
Foto Suplai Air 20 Ha Sawah Terhenti

* Dampak Irigasi Alue Kuyun Diterjang Banjir

BLANGPIDIE – Suplai air untuk sekitar 20 hektare sawah dalam proses tanam di kawasan Desa Tangan-Tangan Cut, Kecamatan Setia, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terhenti akibat tanggul bendungan irigasi Alue Kuyun rusak diterjang banjir tiga hari lalu. Camat Setia, Ariswandi kepada Serambi kemarin menjelaskan tanggul beton bendungan irigasi Alue Kuyun rusak parah akibat diterjang banjir dalam peristiwa hujan deras, Sabtu (7/5).

Bendungan tersebut selama ini memasok kebutuhan air untuk 20 hektare sawah dalam kawasan Desa Tangan-Tangan Cut, terutama areal daerah Drien Payeh.

“Peristiwa rusak tanggul bendungan irigasi Alue Kuyun berdampak terputusnya pasokan kebutuhan air sawah ke Tangan-Tangan Cut,” kata Ariswandi. Menurutnya kebutuhan air sawah kawasan ini sangat tergantung dari irigasi Alue Kuyun. Sedangkan suplai air melalui saluran irigasi teknis Krueng Susoh/Kuta Tinggi, tidak mampu lagi menjangkau kawasan tersebut.

Sebab, saluran irigasi teknis dari Kuta Tinggi, Kecaamatan Blangpidie menuju Kecamaatan Setia mengalami bocor di banyak titik lokasi, sehingga suplai air hilang dalam saluran yang bocor, dan yang tersumbat. Menurut Camat Setia terputusnya sarana pengairan Alue Kuyun untuk beberapa hari terakhir belum menganggu kegiatan tanam padi oleh petani setempat karena masih bisa diatasi dengan air tadah hujan selama curah hujan tinggi sekarang ini.

Tetapi diperkirakan beberapa hari ke depan ketika curah hujan menipis, maka dipastikan petani Tangan-Tangan Cut akan kewalahan akibat lahan yang sudah ditanam mengalami kekeringan. “Petani berharap kerusakan irigasi Alue Kuyun segera ditangani,” kataAriswandi.

Ia menjelaskan pihaknya telah mengajukan proposal penanganan kerusakan irigasi Alue Kuyun kepada Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya serta permohonan bantuan kepada petani yang mengalami kerugian bibit padi yang baru ditanam habis disapu banjir. “Bukan saja bendungan irigasi yang rusak, banjir juga menghanyutkan bibit padi yang baru beberapa hari ditanam, terutama di kawasan Drien Payeh,”katanya. Diperkirakan apabila tidak segera ditangani kerusakan bendungan juga akan menganggu kegiatan Musim Tanam (MT) Gadu 2017.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya Amiruddin kepada Serambi mengakui telah menerima laporan tentang peristiwa kerusakan parah irigasi Alue Kuyun, Desa Tangan-Tangan, Kecamatan Setia akibat dilanda banjir. “Kita segera turun ke lokasi untuk mengecek tingkat kerusakan, apa bisa ditangani secara darurat atau tidak,” katanya.

Menurut Amiruddin kalau mampu ditangani, maka segera dilaksanakan dalam upaya membantu petani yang terputus pasokan kebutuhan air sawah.(nun) (uri/ilviana/ebriyani/SF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id