Gangguan Gajah di Ketol Berkurang | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Gangguan Gajah di Ketol Berkurang

Gangguan Gajah di Ketol Berkurang
Foto Gangguan Gajah di Ketol Berkurang

* Parit Isolasi Mulai Efektif

TAKENGON – Gangguan kawanan gajah liar di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah mulai berkurang dalam beberapa bulan terakhir ini. Pembangunan parit untuk mengisolasi gajah menjauh dari kebun atau juga pemukiman warga mulai berjalan efektif, termasuk berbagai upaya lainnya yang dilakukan warga bersama pihak terkait.

Camat Ketol, Maimun, kepada Serambi, Senin (8/5) menyebutkan meski kawanan gajah liar tidak lagi masuk ke pemukiman, tetapi berbagai upaya masih terus dilakukan. “Baru-baru ini, telah dilakukan sosialisasi mitigasi gangguan gajah liar kepada warga,”sebutnya.

Sosialisasi mitigasi gangguan gajah liar dilaksanakan oleh WWF bersama CRU Saweng DAS Peusangan, Dinas Kehutanan Aceh serta sejumlah pihak terkait. Sosialisasi itu diikuti sejumlah warga yang bermukim di kawasan rawan konflik antara gajah dengan manusia. “Mitigasi ini sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk mengurangi risiko gangguan gajah liar,” jelas Maimun.

Dia mengatakan, melalui sosialisasi tersebut, masyarakat yang tinggal di daerah rawan gajah mendapat pencerahan untuk menghindari risiko dari gangguan gajah liar. “Ada beberapa upaya yang sudah dilakukan, seperti parit isolasi dan penggiringan mengunakan gajah jinak, serta upaya lain,” katanya.

Maimun menjelaskan kawasan yang menjadi pintu masuk kawanan gajah liar, akan ditanami tumbuhan yang tidak disukai hewan berbelalai panjang itu, seperti jeruk lemon yang memiliki aroma serta duri yang tidak disukai oleh gajah. “Bila memang tanaman ini, bisa mengurangi gangguan gajah, tentu akan kita dukung untuk penanamannya,” ujar Camat Ketol ini.

Di sisi lain, mulai berkurangnya gangguan gajah liar di kawasan Bergang dan Karang Ampar, Kecamatan Ketol, akan memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat di daerah itu. Pasalnya, selama adanya gangguan gajah, sejumlah warga tidak bisa beraktivitas di lahan mereka, bahkan tanaman yang telah ada sempat dirusak oleh gajah.

Sebelumnya, telah dilakukan pembangunan parit isolasi untuk menghalau masuknya kawanan gajah liar ke Kampung Bergang dan Karang Ampar. sepanjang 350 meter. “Idealnya, ada sekitar dua kilometer lagi yang harus dibuat parit isolasi. Tetapi, kita coba dulu melakukan penanaman, tanaman yang tidak disuka gajah di kawasan itu,” pungkasnya.(my) (uri/gie/iyadie/OR)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id