Kopertis Desak STiKes Citra Bangsa Ditutup | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Kopertis Desak STiKes Citra Bangsa Ditutup

Kopertis Desak STiKes Citra Bangsa Ditutup
Foto Kopertis Desak STiKes Citra Bangsa Ditutup

BANDA ACEH – Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah XIII Aceh mendesak Sekolah Tinggi Kesehatan (STiKes) Citra Bangsa Sigli segera ditutup. Hal itu karena sekolah swasta yang beralamat di Jalan Lingkar Keuniree Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie tersebut, tidak memiliki izin operasional dari Kemenristek Dikti.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Akademik Kemahasiswaan dan Kelembagaan Kopertis XIII, Drs M Najib dalam konferensi pers di kantornya, Senin (8/5). Menurut Najib, pihaknya sudah dua kali mengirimkan surat peringatan (SP) kepada yayasan institusi itu, Yayasan Miftahul Jannah, sejak tahun 2015. Kopertis meminta penghentian kegiatan akademik, serta meminta dokumen legalitas operasionalnya.

Namun pihak yayasan tidak memberikan dokomen yang diminta, melainkan proposal pengajuan pendirian perguruan tinggi. “Kegiatan akademik di kampus itu terus berjalan, bahkan mereka menerima mahasiswa baru. Jelas ini melanggar,” ujar Najib. Maka dari itu, pihaknya sudah mengirim laporan evaluasi kepada kementerian terkait sekolah itu.

Pada bagian lain, Kasi Kelembagaan dan Kerjasama Kopertis XIII, Ali Umar SAg menegaskan, ketiadaan izin operasional menyebabkan suatu institusi tidak diakui. Begitu pula dengan para mahasiswa dan lulusannya yang tidak terdaftar dalam website Forlap Dikti dan BAN-PT. “Ini akan sangat merugikan mahasiswa STiKes Citra Bangsa maupun para lulusannya, sebab mereka tidak diakui oleh negara,” jelasnya, dan mengaku kasus itu juga sudah dilaporkan ke Polda Aceh.

Sementara itu, Ketua Yayasan Miftahul Jannah, H Abdul Gani yang dikonfirmasi Serambi kemarin via telepon mengatakan, pihaknya sedang mengurus perizinan dari Kemenristek Dikti. “Rencananya tim visitasi akan datang ke STiKes pada Mei atau Juni mendatang,” kata Gani, dan mengaku pengajuan izin operasional sudah dilakukan sejak tahun 2012.

Dia mengatakan, hingga saat ini sekolah itu belum memiliki lulusan. Puluhan mahasiswa prodi S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Prodi S1 Farmasi sudah dipindah. “Mereka yang rencananya lulus tahun 2017 dipindah ke sekolah lain secara bertahap, karena kami belum miliki izin,” ujarnya. Gani menegaskan, jika nanti tim Kemenristek Dikti tidak juga memberikan izin penyelenggaraan, pihaknya siap menutup institusi tersebut.(fit) (uri/gie/iyadie/OR)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id