64 Warga Aceh di Port Klang Ditahan hingga 16 Mei | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

64 Warga Aceh di Port Klang Ditahan hingga 16 Mei

64 Warga Aceh di Port Klang Ditahan hingga 16 Mei
Foto 64 Warga Aceh di Port Klang Ditahan hingga 16 Mei

URI.co.id, BANDA ACEH – Sebanyak 64 warga Aceh yang sedang dalam pemeriksaan intensif pihak Imigrasi Malaysia  akan tetap ditahan di Port Klang, Selangor, selama 14 hari, sejak 2 hingga 16 Mei 2017.

Penahanan selama 14 hari itu merupakan prosedur resmi dalam hukum keimigrasian Malaysia.

Sementara itu, lobi-lobi terus  dilancarkan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur terhadap Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Malaysia agar memberi pengampunan terhadap 68 WNI yang 64 orang di antaranya merupakan warga Aceh itu.

“Lobi dan nego terus dilakukan pihak KBRI, namun jawaban yang diharapkan belum ada. Pihak keluarga harap  sabar menunggu,” kata Presiden Persatuan Komunitas Aceh di Malaysia, Datuk Mansyur bin Usman, kepada URI.co.id, Senin (9/5/2017) petang.

Dari pejabat KBRI, Datuk Mansyur mendapat informasi bahwa kalaupun nanti para WNI yang ditahan itu dibebaskan, tapi agen atau calo yang menggiring para warga Aceh di Malaysia itu pulang kampung naik boat sayur dan bukan melalui pelabuhan yang telah ditetapkan (diwartakan), tetap akan ditahan.

“Sesuai dengan ketentuan hukum di sini, agen atau calo yang sudah ditahan itu akan dihukum dengan hukuman yang berat. Kalau di antara agen dan calo pelayaran ilegal itu ada warga Aceh, saya mohon keluarga di Aceh dapat bersabar,” ujar Mansyur  Usman sembari menambahkan bahwa kondisi ke-64 warga Aceh di lokap tahanan Imigrasi Port Klang semuanya dalam keadaan sehat dan cukup makan.

“Alhamdulillah, semuanya sehat,” kata Datuk Mansyur mengutip keterangan seorang pejabat KBRI di Kuala Lumpur yang baru pulang dari Port Klang memantau kondisi para tahanan yang ditahan pihak Imigrasi Malaysia sejak 2 Mei lalu.  (uri/homas/ebriani/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id