Akademisi Unsyiah Usulkan Satu Hektare Per Sarjana Pertanian | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Akademisi Unsyiah Usulkan Satu Hektare Per Sarjana Pertanian

Akademisi Unsyiah Usulkan Satu Hektare Per Sarjana Pertanian
Foto Akademisi Unsyiah Usulkan Satu Hektare Per Sarjana Pertanian

URI.co.id, BANDA ACEH – Dosen Teknik Pertanian Unsyiah, Dr Muhammad Yasar STP MSc mengusulkan kepada pemerintah agar para sarjana pertanian dibekali lahan minimal satu hektare per sarjana pertanian.

Selain mampu meningkatkan minat generasi muda untuk menekuni sektor pertanian, juga dapat meningkatkan penguasaan lahan oleh petani yang saat ini rata-rata nasional hanya seperempat hektare.

Dengan sendirinya SDM bidang pertanian juga semakin meningkat.Selama ini, katanya, masih memperlihatkan paradok yakni semakin tinggi tingkat pendidikan masyarakat maka semakin jauh pula dari sektor pertanian.

Muhammad Yasar mengatakan, semakin berkurangnya minat generasi muda untuk menjadi petani ini dapat dilihat dari persentase jumlah petani berbanding jumlah penduduk.

Era 1960-an, katanya, persentase jumlah petani melebihi 70 persen sedangkan sekarang hanya 45 persen saja. Bahkan kalau ditelusuri lebih lanjut umumnya, petani di Aceh berusia di atas 50 tahun.

Ia mengakui, berkurangnya minat generasi muda untuk menekuni bidang mulia ini memang disebabkan oleh banyak faktor seperti adanya anggapan bahwa sektor pertanian tidak prospektif, kurang menguntungkan, penuh resiko dan lain sebagainya.

Namun jika golongan terdidik ini difasilitasi pasti hasilnya akan berbeda. Mereka akan menjadi daya dorong bagi perkembangan dunia pertanian di negeri ini.

Usulan itu disampaikan Muhammad Yasar yang juga Ketua Dewan Penasehat Ikateta Unsyiah dihadapan seribu peserta pertemuan profesi Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dalam rangkaian Penas KTNA di Aula Kejati Aceh, Banda Aceh, Senin (8/5/2017).

Sebelumnya, Ketua Umum DPN HKTI Pusat Dr Fadli Zon juga mengungkapkan bahwa jika ingin mensejahterakan Indonesia maka sejahterakan petaninya.

Hal ini hanya dapat diwujudkan jika tingkat keberpihakan pemerintah tinggi. Ia menginginkan ke depan kalau bisa pemerintah mengalokasikan 10 persen APBN untuk pembangunan sektor pertanian.

Fadli Zon yang juga merupakan Wakil Ketua DPR RI ini menyambut baik berbagai usulan dari peserta seperti perlunya proteksi harga untuk menjamin kesejahteraan petani, perlu peningkatan penggunaan alat mesin pertanian untuk menunjang produktifitas dan adanya peningkatan dan perbaikan infrastruktur pertanian.

Acara yang berlangsung selama tiga jam ini mendapat respon positif dari para peserta. Hal ini terlihat dari antusiasnya peserta dalam bertanya sehingga waktu yang tersedia tidak tercukupi untuk menjawab semua pertanyaan yang umumnya berbau aspirasi kaum tani ini.

Pertanyaan-pertanyaan ini datang dari peserta asal NTB, Sumbar, Gorontalo, Jambi, Aceh, Yogyakarta, Lombok, Bangka Belitung, Ambon, Sumsel dan dari beberapa mahasiswa pertanian yang berasal dari beberapa perguruan tinggi di Banda Aceh seperti Unsyiah, STKIP BBG,Unaya, Universitas Serambi Mekkah, STIK Chik Pante Kulu, dan perguruan tinggi lainnya. (uri/sih/ebrinaldy/AF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id