Saatnya Aceh Punya Produk Unggulan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Saatnya Aceh Punya Produk Unggulan

Saatnya Aceh Punya Produk Unggulan
Foto Saatnya Aceh Punya Produk Unggulan

Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan Ke-15 Tahun 2017 sudah dibuka resmi Presiden Joko Widodo pada Sabtu (6/5) pagi di Stadion Lhong Raya, Banda Aceh. Dalam sambutannya saat membuka perhelatan yang dihadiri 35.000 peserta itu, Presiden Jokowi mengingatkan agar para petani tidak hanya terpaku pada tanaman-tanaman tertentu saja.

Pertimbagan Presiden, saat ini ada komoditas yang harganya semakin naik, tapi produksinya masih kurang, seperti kakao, kopi, mete, dan minyak atsiri. Saat ini minyak atsiri masih dibutuhkan dalam jumlah banyak sekali. Kakao bahkan pabriknya ada, tapi suplainya tidak ada. Kopi juga harganya naik terus, tapi penanamannya kurang digalakkan.

Di sisi lain, Presiden Jokowi juga menekankan tentang pentingnya bagi sebuah daerah menanam produk unggulan.

Nah, apa yang disampaikan Presiden Jokowi itu jelas merupakan realitas yang tak terbantahkan. Selama ini kebanyakan petani kita sangat terpaku hanya menanam tanaman yang diwariskan pendahulunya dari waktu ke waktu. Misalnya, menanam padi, jagung, singkong, ubi rambat, kedelai, kacang tanah, melinjo, dan beberapa jenis sayuran. Tapi, yang tergerak untuk menanam kakao, kopi, mete, dan minyak atsiri (terutama nilam, pala, dan serai wangi) masih sangat sedikit. Padahal, kelompok komoditas yang disebut terakhir inilah yang semakin meroket harganya. Juga diminati dalam skala yang luas.

Oleh karenanya, menjadi sangat relevan apabila para gubernur, bupati, dan wali kota seluruh Indonesia–sebagaimana permintaan Presiden Jokowi–untuk mulai melirik tanaman-tanaman unggulan tersebut, karena memiliki harga yang cukup baik bagi daerahnya.

Khusus bagi Aceh, apa yang disampaikan Presiden Jokowi tersebut haruslah menjadi sebuah cemeti bagi seluruh kepala daerah di provinsi ini untuk benar-benar serius menanam produk unggulan di daerahnya. Setiap kabupaten dan kota di Aceh harus memiliki tanaman unggulan, di samping tanaman andalan. Pola OTOP (one tandon, one product) yang dikembangkan Thailand bisa kita jadikan rujukan dalam hal ini.

Pendeknya, Penas Ke-15 yang berlangsung di Banda Aceh saat ini harus memberi benefit dan berkah terbesar bagi Aceh untuk membangkitkan kedaulatan, kesejahteraan, serta daya saing petani dan nelayan Aceh di tingkat nasional, bahkan regional.

Setelah Penas ini, Aceh nantinya bukan cuma fokus membudidayakan tanaman-tanaman unggulan yang nilai ekonomisnya tinggi, tapi juga menggalakkan budidaya lobster, udang windu, ikan kerling, ikan kerapu, rumput laut, teripang, kima, dan berbagai biota lautnya yang memiliki nilai jual tinggi.

Seiring dengan itu, kita optimalkan pula produk-produk andalan dan unggulan Aceh di bidang ekonomi kreatif, terutama untuk menunjung sektor pariwisata Aceh yang kian mendapat tempat di mata dunia. Pendeknya, Penas Ke-15 ini harus menjadi memberi benefit lebih dan multiplier effect (efek pengganda) bagi Aceh untuk mengangkat harkat dan martabat para petani dan nelayan, mengingat lebih 62 persen penduduk Aceh berprofesi sebagian petani dan nelayan. Jika mereka sejahtera, maka otomatis bagian terbesar dari rakyat Aceh akan sejahtera, bahkan tambah makmur. (uri/atih/artanto/RH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id