Dikbud Aceh Utara Komit Realisasi Visi Misi Bupati | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Dikbud Aceh Utara Komit Realisasi Visi Misi Bupati

  • Reporter:
  • Senin, Mei 8, 2017
Dikbud Aceh Utara Komit Realisasi Visi Misi Bupati
Foto Dikbud Aceh Utara Komit Realisasi Visi Misi Bupati

* Atasi “Doe” dengan Permudah Akses Pendidikan

DINAS Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Aceh Utara komit merealisasikan visi misi Bupati/Wakil Aceh Utara H Muhammad Thaib/Drs M Jamil dalam mengatasi “doe” (kebodohan). Buktinya Dikbud kembali berhasil membawa pulang dana APBN 2017 sebesar Rp 1,6 miliar untuk membangun sekolah di pedalaman Aceh Utara.

Dikbud Aceh Utara akan membangun SD Negeri 4 Geureudong Pase di lahan 4.000 meter persegi di Desa Rayeuk Jawa, Kecamatan Geureudong Pase dengan swakelola. Sumber dananya dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). “Saya sudah teken MoU pembangunan sekolah baru tersebut dengan Kemendikbud,” kata Kepala Dikbud Aceh Utara Saifullah SPd MPd.

Tujuan dibangun di Desa Rayeuk Jawa, karena pertumbuhan anak-anak usia 7-12 tahun di kawasan itu mencapai 50-60 orang pertahun. Dana Rp 1,6 miliar itu akan digunakan untuk membangun empat ruangan belajar, ruang dewan guru, ruang pustaka, mushalla dan MCK, serta rumah dinas.

Keberhasilan Dikbud membawa pulang dana Pemerintah Pusat bukan hanya tahun ini. Pada 2016, Dikbud Aceh Utara juga berhasil membawa pulang dana Rp 1,4 miliar untuk pembangunan SD Negeri 22 di Desa Rambong Dalam, Kecamatan Baktiya. Sehingga sekarang anak-anak di kawasan itu dapat dengan mudah menjangkau sekolahnya.

“Sebelumnya pembangunan sekolah baru hanya mengandalkan dana APBK, sehingga prosesnya lama, karena dana yang dana tersedia minim. Tapi dengan adanya bantuan pusat, prosesnya lebih cepat,” katanya.

Kemendikbud memberikan dana itu atas kegigihan Dikbud yang diarahkan langsung Bupati Aceh Utara, H Muhammad Thaib. “Karena setelah mengajukan program kepada kementerian, juga harus bisa meyakinkan pihak kementerian melalui presentasi. Jadi butuh kerja keras untuk bisa mendapatkannya,” pungkas Saifullah.

Sementara Bupati Aceh Utara sangat mengapresiasi atas kerja keras jajaran Dikbud untuk mengatasi “doe” (Kebodohan) di Aceh Utara dengan membangun sekolah baru, agar ana-anak mudah mendapat akses pendidikan. “Saya apresiasi keberhasilan itu. Terus bangun pendidikan di Aceh Utara, sehingga ke depan lebih baik lagi,” ujar Cek Mad.

Dikbud Aceh Utara kini sedang mempersiapkan program Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kemendikbud, yaitu penuntasan Ikut PAUD satu tahun pra-SD. Hal itu sebagaimana disampaikan Direktur Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini, R Ella Yulaelawati R MA PhD saat datang ke Aceh Utara 30 Maret Lalu.

Dalam kunjungan itu, camat di Aceh Utara juga meneken komitmen bersama untuk program itu. Langkah pertama yang sedang dipersiapkan adalah menyosialisasikan program itu kepada masyarakat. Tiap desa ke depan harus membangun minimal satu PAUD untuk menuntaskan pendidikan satu tahun pra-SD. “Target kita pada 2020, tiap desa sudah memiliki minimal satu PAUD,” kata Saifullah.

Pembinaan yang dilakukan Dikbud Aceh Utara terhadap pada pelajar baik bidang akademik maupun ekstrakurikuler, sudah banyak menuai prestasi tingkat provinsi, nasional, dan internasional. Untuk prestasi terbaru adalah berhasil mengirim Muhammad Reza Maulana menjadi salah satu pemain PSSI usia 16.

“Reza Maulana dipanggil timnas dan mengikuti seleksi pada 30 Maret 2017. Mulai 7 April 2017, ia sudah bergabung dengan PSSI mengikuti latihan di Cijantung,” kata Kepala Dikbud Aceh Utara, Saifullah.

Selain Reza, juga masih banyak pelajar yang meraih juara pada 2017. Misalnya, T Fadlan, juara matematika tingkat provinsi, dan Qurratu Aini tingkat nasional. Lalu Sanggar Ratu Illahnur, murid SDN 2 Lhoksukon juga meraih juara di Makala, Malaysia. “Masih banyak prestasi lain yang diraih pelajar Aceh Utara. Target kita ke depan lebih banyak lagi,” katanya.(adv) (uri/hon//JK)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id