Jangan Terpaku pada Tanaman Tertentu | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Jangan Terpaku pada Tanaman Tertentu

Jangan Terpaku pada Tanaman Tertentu
Foto Jangan Terpaku pada Tanaman Tertentu

DALAM sambutannya saat membuka Penas KTNA XV 2017, Presiden RI Joko Widodo mengingatkan agar para petani tidak hanya berpaku pada tanaman-tanaman tertentu saja. Sebab saat ini ada komoditas yang harganya semakin naik, namun produksinya masih kurang, seperti kakao, kopi, mete, dan minyak atsiri.

“Kakao pabriknya ada, tapi suplainya tidak ada. Kopi juga harganya naik terus, tadi Pak Gubernur sudah menyampaikan kopi gayo di Bener Meriah yang saya dulu tiap pagi selalu ngopi. Kopi di Gayo enak sekali,” katanya.

Presiden mempertanyakan mengapa tanaman-tanaman tersebut tidak ditanam. Maka ia meminta agar gubernur, bupati dan wali kota di seluruh Indonesia untuk harus mulai melihat tanaman-tanaman unggulan tersebut yang memiliki harga cukup baik untuk daerahnya. “Minyak atsiri, misalnya masih dibutuhkan banyak sekali,” katanya.

Joko Widodo juga menyampaikan saat ini pihaknya sedang gencar membangun waduk dari Sabang hingga Merauke sebanyak 49 waduk besar. “Paling banyak di NTT karena memang di situ sangat dibutuhkan sekali. Kita harapkan nantinya dari selesainya waduk-waduk ini, pertanian kan intinya di air, kalau airnya gak ada darimana kita mau nanam,” sebutnya.

Pada tahun ini juga, kata Presiden, ia memerintahkan Menteri Pertanian, Menteri Desa untuk juga dibangun embung-embung kecil. Pihaknya menargetkan tahun ini membangun sebanyak 30 ribu embung.

Orang nomor satu di Indonesia ini juga mengaku sangat bahagia dapat menghadiri pembukaan kegiatan Penas KTNA XV yang berlangsung di Banda Aceh. Even nasional yang dihadiri 35.000 peserta dari seluruh Indonesia ini sudah ditunggu-tunggunya, agar dapat bertemu dengan para petani dan nelayan dari berbagai daerah.

“Karena kita ingat dulu saat kita masih kecil sering mendengar nasihat, kalau gak ada petani yang bekerja keras kita mau makan apa. Kalau tidak ada nelayan yang bekerja keras, kita mau makan ikan apa. Saya ingat itu saat kita masih kecil, makanya kita semua harus sayang kepada semua petani dan nelayan,” demikian Joko Widodo. (dan/mas/una) (uri/atrya/ratama/SP)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id