Guru MTsN Kuta Baro Tewas Ditikam | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Guru MTsN Kuta Baro Tewas Ditikam

Guru MTsN Kuta Baro Tewas Ditikam
Foto Guru MTsN Kuta Baro Tewas Ditikam

* Emas Dipakai Korban Masih Utuh

 BANDA ACEH – Erliana (35) seorang guru MTsN Kuta Baro, Aceh Besar, Sabtu (6/5) tewas setelah ditikam oleh seorang pria dalam kedai ‘Nikmat Baru’ miliknya Gampong Cot Peutano, Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar. Setelah ditikam di lehernya, wanita dua anak itu roboh sekitar 5 meter di sisi jalan depan kedainya saat hendak memberitahukan adik Zulfan di sebuah usaha doorsmer.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.30 WIB saat pembeli di kedai itu sepi. Tak ada seorangpun yang melihat meskipun kedai itu berada di sisi jalan Blangbintang Lama Km 8. Menurut informasi setelah menikam ibu guru itu di bagian leher, pelaku langsung kabur menggunakan sepeda motor ke arah jembatan Cot Iri.

Disebutkan, ibu dua anak itu sempat memberi perlawanan saat peristiwa penikaman itu. Sehingga barang yang ada dalam kedai itu tumpah dan berhamburan di lantai. Darah juga berceceran dalam kedai serta di lokasi korban roboh. Awalnya, diduga Erliana yang bersimbah darah di sisi jalan diduga adalah korban tabrakan, tapi setelah melihat darah dan kondisi kedai yang berserakan, baru Zulfan adik korban menduga korban adalah korban perampokan. Zulfan dibantu warga segera melarikan Erliana ke RSUZDZA Banda Aceh. Namun, korban meninggal dunia ketika dalam penanganan medis. 

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol T Saladin SH, melalui Kapolsek Kuta Baro, AKP Marzuki mengatakan, pihaknya masih menyelidiki motif dari penikaman itu. Sesuai keterangan Iskandar, suami korban kepada petugas bahwa dalam peristiwa itu tidak ada barang serta uang dari dalam laci kedai korban yang hilang. Begitu juga dengan gelang emas yang dikenakan Erliana, masih utuh di tangan.

“Kami masih menyelidiki apakah ini perampokan atau bukan. Sebab, barang dan uang tidak hilang, demikian juga emas dipakai korban masih utuh di tangannya,” ujar AKP Marzuki.

Keuchik Cot Peutanoh, Sahib kepada Serambi menceritakan beberapa tahun lalu korban Erliana juga pernah dirampok saat korban pulang dari kedainya sekitar pukul 21.00 WIB. Namun, saat itu pelaku sempat memukul korban dengan tujuan merampas emas yang dikenakan korban. Namun, aksi itu berhasil digagalkan korban dengan memberi perlawanan sekuat tenaga.

Menurut Sahib, selama ini Erliana dan suaminya Iskandar dikenal cukup baik di Gampong Cot Peutano dan sepengetahuannya tidak pernah ada permasalahan dengan warga. “Korban orang baik dan tidak ada persoalan apapun dengan warga desa,” ujar Sahib.(mir/mis) (uri/ilati/sra/MU)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id