Pemerintah Aceh Masih Tunggu Data Lengkap | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pemerintah Aceh Masih Tunggu Data Lengkap

Pemerintah Aceh Masih Tunggu Data Lengkap
Foto Pemerintah Aceh Masih Tunggu Data Lengkap

* Terkait 64 Warga Aceh di Sel Port Klang

 BANDA ACEH – Pemerintah Aceh terus berupaya membangun komunikasi dan koordinasi dengan pihak Malaysia agar 64 warga Aceh yang saat ini ditahan di Port Klang, Selangor, Malaysia, berharap segera dibebaskan. Pada Sabtu (6/5), Pemerintah Aceh telah berkomunikasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur untuk menanyakan perkembangan terkini.

“Kita sudah berkomunikasi dengan Ibu Dahlia di KBRI Kuala Lumpur dari tadi (kemarin) pagi. Kita berharap KBRI bisa memfasilitasi data serta proses bantuan yang ingin kita advokasi, termasuk proses pemulangan kalau nanti dibolehkan pulang. Kalau perlu kita jemput, akan kita jemput,” kata Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Tgk Mulyadi Nurdin, Lc MH kepada Serambi, kemarin. 

Ia menjelaskan, menurut data yang dimiliki KBRI di Kuala Lumpur, warga Aceh yang ditahan di Port Klang berjumlah 64 orang dan 4 orang lagi merupakan awak kapal. Mereka ditahan gara-gara meninggalkan negeri jiran dari jalur tidak resmi. Mereka juga tidak bisa menunjukkan dokumen resmi keimigrasian sehingga digolongkan imigran ilegal atau pendatang tanpa izin. 

“Karena kita belum dapat data by nam by address kita nggak berani identifikasi dulu dari mana saja asal mereka, tapi sementara kita pegang data yang ada dulu. KBRI juga belum beri data yang lebih banyak tentang data warga Aceh, tapi kita sudah minta agar difasilitasi. Karena saat ini cuma KBRI yang bisa masuk (ke Port Klang), yang lain belum bisa,” ujarnya.

Selain menjalin komunikasi secara intens dengan KBRI di Kuala Lumpur, Pemerintah Aceh juga berkoordinasi dengan Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) di Jakarta. “Mereka juga lagi kumpulkan bahan lebih banyak, karena kalau hubungan antar negara harus melibatkan mereka untuk bantu fasilitasi kita,” ungkap Mulyadi.

Mulyadi juga menyampaikan, bagi keluarga yang merasa familinya termasuk dalam rombongan yang ditahan di Port Klang agar dapat melaporkan ke nomor Hotline Media Center Setda Aceh, 081260201018. “Kita harapkan adanya pro aktif dari warga, mungkin dia kenal dari wajahnya yang dipublikasi Serambi kemarin. Kalau informasi via KBRI belum diberikan, karena itu kita bantu masyarakat juga yang ada keluarganya di sana,” pungkasnya.

Sebelumnya, Serambi sudah merilis nama-nama warga Aceh yang ditahan di Port Klang karena diduga melanggar Undang_Undang Keimigrasian Malaysia. Tetapi, hingga kemarin Serambi juga belum mendapatkan informasi secara detail darimana saja asal warga Aceh tersebut.(mas) (uri/leny/andraini/GC)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id