Utung-Utung Rawan Longsor | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Utung-Utung Rawan Longsor

Utung-Utung Rawan Longsor
Foto Utung-Utung Rawan Longsor

* Warga Dilarang Melintas

 TAKENGON – Ruas jalan di Utung-Utung, Kampung Mendale, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah, yang juga jalur menuju Blangkejeren, Gayo Lues (Galus) masih sangat rawan longsor, terutama tebing jalan yang masih stabil. Warga dan juga pengunjung Danau Laut Tawar dilarang melintasi jalan itu, sebelum diperbaiki pihak terkait.

Warga maupun para pengunjung yang hendak menikmati akhir pekan di seputaran Danau Laut Tawar diminta agar tidak melintas kawasan Utung-Utung, Kunjungan ke Danau Laut Tawar tetap ramai setiap akhir pekan, baik wisatawan lokal maupun luar daerah, karena masuk sebagai lokasi tujuan wisata.

“Kita mengimbau warga untuk sementara tidak melintas di titik bekas longsor karena masih rawan sekali,” kata Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tengah, Jauhari kepada Serambi, Sabtu (6/5). Menurut dia, secara darurat, untuk jalan yang tertimbun tanah longsor pada 22 April 2017 telah selesai dikerjakan oleh pihaknya.

Tetapi, kondisi tebing jalan masih sangat labil karena adanya bongkahan batu yang masih tersangkut di tebing jalan. “Untuk penanganan selanjutnya, sedang menunggu keputusan dari Kementrian PU, karena ruas jalan itu telah ditangani oleh Balai Besar,” kata Jauhari.

Dia menjelaskan ruas jalan Takengon-Bintang saat ini, berstatus sebagai ruas jalan provinsi. Namun sebelumnya proses pembangunan ruas jalan itu, menggunakan anggaran APBN, sehingga untuk penanganannya diambil-alih oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional I, Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah Aceh. “Sudah ada tim mereka yang turun mengecek kondisi longsor itu,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun Serambi, ruas jalan utara Danau Lut Tawar yang merupakan akses menuju Kecamatan Bintang serta jalur menuju Kabupaten Gayo Lues, baru selesai dibangun. Selain itu, terdapat sejumlah titik lokasi wisata yang kerap dikunjungi para wisatawan lokal maupun dari daerah lain, termasuk juga akses utama bagi masyarakat menuju Kecamatan Bintang.

“Imbauan ini, merupakan upaya mitigasi bencana. Kalaupun terpaksa harus lewat di jalan itu, harus ekstra hati-hati,” sebutnya Jauhari. Seperti dilansir sebelumnya, longsor di ruas jalan Takengon-Bintang, tepatnya di kawasan Utung-Utung pada 22 April 2017, selain memutuskan akses jalan, juga menimbulkan korban jiwa. Satu orang meninggal dunia, serta tiga orang mengalami luka-luka dan beberapa sepeda motor rusak tertimbun longsor.

Selain itu, pada Jumat (5/5) beredar kabar bahwa salah seorang siswi SMA di Kota Takengon, hanyut di DAS Peusangan, tepatnya di kawasan Kampung Lenga, Kecamatan Bies, Aceh Tengah. Siswi ini, awalnya dikabarkan melompat ke sungai dari jembatan gantung yang ada di Kampung Lenga, Kecamatan Bies.

Mendengar informasi itu, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Aceh Tengah, dibantu sejumlah pihak menyusuri sungai, termasuk di lokasi awalnya diduga siswi tersebut, menceburkan diri. Namun, setelah beberapa jam dicari, ternyata siswi tersebut, tidak melompat ke sungai, melainkan pergi ke rumah temannya di Bener Meriah.

“Informasi yang kita terima, siswi ini mencoba melakukan bunuh diri dengan melompat ke sungai. Bahkan di jembatan itu, kita temukan beberapa barang miliknya. Tapi setelah dicari, ternyata siswi ini berada dirumah temannya. dan dia sudah pulang ke rumahnya,” tutur Jauhari.(my) (uri/ilati/sra/MU)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id