Limbah Usaha Tempe Cemari Lingkungan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Limbah Usaha Tempe Cemari Lingkungan

Limbah Usaha Tempe Cemari Lingkungan
Foto Limbah Usaha Tempe Cemari Lingkungan

* Sudah Enam Tahun, Warga Mulai tak tahan

 MEUREUDU – Limbah dari produksi usaha pembuatan tempe di Gampong Cut Langien serta di Gampong Sagoe Langien, Kecamatan  Bandarbaru, Pidie Jaya, selama ini dibuang ke saluran irigasi di gampong itu. Bau limbah tersebut sudah sejak enam tahun lalu dikeluhkan warga, namun belum ada tindakan pengolahan limbah dari pemilik usaha, dan kini warga pun mulai tidak tahan dengan bau menyengat dari limbah tersebut.

“Bau limbah cair yang dibuang kesaluran irigasi ini sangat mengganggu kenyamanan warga yang tinggal di sepanjang saluran irigasi. Pemilik usaha dan pemerintah harus bertanggung jawab atas pengelolaan limbah yang lebih baik. Atau, segera hentikan izin usaha pembuatan tempe tersebut,” kata Keuchik Gampong Sagoe Langien, Tgk Ishak Ibrahim, Sabtu (6/5). 

Pernyataannya ini disampaikan dengan tegas karena keuchik banyak menerima keluhan dari warganya, dan terkait persoalan ini juga sudah beberapa kali diingatkan. Sehingga warga sudah tak tahan lagi.

Selain menebar bau tak sedap, air limbah tahu ini juga mengandung zat asam hasil fermentasi yang dikhawatirkan mengganggu tanaman padi yang terpapar air limbah. Karena ratusan hektare sawah di kawasan ini menggunakan air dari saluran irigasi tersebut untuk mengairi sawahnya setiap musim tanam.

“Kami sudah mengingatkan pengusaha tempe agar membangun kolam penampungan limbah, dan tidak membuang limbah ke saluran irigasi. Kami juga meminta pihak kecamatan melakukan penertiban terkait hal ini. Namun hingga saat ini tidak ada yang peduli,” tambah Ishak Ibrahim.

Pemerintah yang selama ini menarik pajak dan retribusi dari pengusaha juga dinilai tidak menjalankan perannya dalam mengantisipasi pencemaran lingkungan ini. “Karena itu kami mendesak Dinas Kebersihan Lingkungan Hidup dan Pertamanan (DKLHP) Pidie segera meninjau lokasi, untuk kemudian menertibkannya, atau mendampingi pengusaha dalam hal pengelolaan limbah agar tidak mengganggu lingkungan masyarakat,” ungkapnya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala DKLHP Pijay, Syukri Itam SPd, Sabtu (6/5) mengaku telah menerima laporan warga terkait persoalan pembuangan limbah ke saluran irigasi tersebut. Ia merincikan, dua unit usaha produksi tempe di Gampong Cut Langien telah berjalan selama enam tahun terakhir. Sementara, di Gampong Sagoe Langien telah berjalan tiga tahun terakhir.

“Kami telah menerima laporan pencemaran lingkungan ini, dan dalam waktu dekat akan melakukan peninjauan langsung ke lokasi,” janjinya.

Ia menambahkan, jika hasil peninjauan terbukti limbah tersebut telah mencemari lingkungan, pihaknya akan memberikan sanksi agar usaha itu ditutup sementara, hingga pihak pengusaha menuntaskan persoalan limbah yang dihasilkannya. Sehingga tidak sampai mencemari lingkungan dan merugikan warga di sekitarnya.(c43) (uri/itri/elmeizar/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id