Dua Sapi Liar Mati tak Wajar | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Dua Sapi Liar Mati tak Wajar

Dua Sapi Liar Mati tak Wajar
Foto Dua Sapi Liar Mati tak Wajar

SIGLI – Dua ekor sapi betina yang berkeliaran tanpa diketahui pemiliknya, ditemukan warga mati tak wajar di dekat jalan nasional, Kompleks Perumahan Lhok Keutapang, Kecamatan Pidie, Jumat (5/5). Ada dugaan sapi liar ini sengaja diracun warga yang tak tahan melihat banyaknya hewan ternak berkeliaran di jalan dan ruang publik. Sehingga banyak menyebabkan kecelakaan dan mengganggu lingkungan masyarakat. 

Sementara, warga tidak mengetahui pemiliknya. Namun pemiliknya itu diduga sengaja melepas ternaknya di tempat umum karena tak mampu membuat kandang untuk merawat ternaknya.

Berdasarkan laporan warga, dua ekor bangkai sapi itu ditemukan pagi hari, setelah sempat terlihat berkeliaran dan kotorannya mencemari halaman masjid di kompleks Perumahan Lhok Keutapang. Saat ditemukan mati, kondisi perutnya menggembung, dan mulutnya sedikit berbusa.

Namun, Kapolres Pidie, AKBP M Ali Kadhafi, melalui Kapolsek Pidie, Iptu Chairil Anshar, Sabtu (6/6), mengatakan polisi telah menerima laporan terhadap matinya dua ekor sapi betina itu. Artinya, polisi telah mengetahui pemiliknya. Namun tidak ada upaya untuk menindak pemiliki ternak yang telah melanggar aturan penertiban ternak itu. Menurut polisi, sapi itu mati terkena penyakit kembung, akibat pencernaannya terganggu yang bisa disebabkan karena keracunan makanan yang ditelannya, karena sapi yang berkeliaran biasa memakan apa saja yang ditemukan, dan tidak ada upaya pemilik ternak untuk mengontrol pakannya.

“Warga kami minta tidak melepaskan ternaknya berkeliaran di ruang publik, karena sangat mengganggu warga dan membahayakan pengguna jalan. Kami imbau warga mengurung ternaknya di kandang,” kata Iptu Chairil, tanpa menjelaskan apakah pihaknya menindak pemilik ternak yang melaporkan kematian ternaknya itu, atau malah membiarkan saja persoalan ini tanpa ada sanksi bagi pelanggar ketertiban umum itu.(naz) (uri/aufik/arahdiba/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id